AYOJAKARTA.COM - Inovasi bahan bakar alternatif Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! atau Bobibos, kini semakin menjadi perhatian publik.
Saat ini, Bobibos tengah mempersiapkan launching bahan bakar murah di negara Timor Leste.
Bahkan, progres produksi Bobibos di Timor Leste sudah mencapai 70 persen.
Hal ini menunjukkan keseriusan Bobibos untuk menghadirkan bahan bakar murah, ramah lingkungan dengan emisi rendah.

Bahan bakar yang berbahan baku jerami ini, bahkan diklaim memiliki kualitas setara BBM fosil yakni Pertamax Turbo.
Klaim ini muncul dari hasil uji laboratorium Lemigas yang dilakukan Bobibos secara mandiri dan menunjukkan angka oktan atau RON tinggi yakni 98,1.
Metode uji yang digunakan Bobibos ini sudah standar internasional, yakni ASTM D 2699-19e1.
Namun tak perlu khawatir, meski kualitas setara dengan Pertamax Turbo, hara jual bahan bakar nabati ini sangat murah.
Harga jual Bobibos ini dipatok di kisaran Rp4 ribu-Rp5 ribu per liter.

Harga tersebut bahkan masih lebih murah dari BBM Pertalite.
Padahal biasanya, BBM dengan RON 98 dijual dengan harga yang cukup tinggi yakni sekitar Rp15 ribu-Rp20 ribu per liter.
Bukan tanpa alasan, Bobibos dijual dengan harga murah karena diproduksi menggunakan bahan baku jerami yang merupakan limbah hasil dari panen padi para petani.
Jerami tersebut lalu diolah menggunakan mesin biokimia yang dirancang oleh Bobibos dan biaya produksinya pun sekitar Rp5 ribu per liter.
Oleh sebab itu, bahan bakar ini sangat ramah di kantong masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah memberi lampu hijau untuk Bobibos.
Hal ini dilakukan di tengah krisis energi global yang terjadi akibar konflik di Timor Tengah.
Melalui Kementerian ESDM, Bobibos akan segera melakukan kembali uji laboratorium di Lemigas.
Hal ini guna memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas. ***

Share this article
Bahan bakar yang berbahan baku jerami ini, diklaim memiliki kualitas setara BBM fosil yakni Pertamax Turbo dengan harga yang masih di bawah Pertalite.