AYO JAKARTA.COM -- Para pengemudi Ojek Online (Ojol) melakukan aksi demo besar-besaran.
Pengemudi Ojol yang tergabung kedalam oalisi Ojol Nasional (KON) menuntut keberpihakan pemerintah soal kebijakan tarif.
Mereka menuntut agar ada penyamaan terhadap tarif pengantaran barang dengan tarif pengantaran makanan.
Baca Juga: Sempat-Sempatnya Kampanye Ridwan Kamil saat Demo Ojol Jakarta, Orator Dimaki dan Disuruh Turun
Para pengemudi Ojol bahkan meminta aplikasi Ojol dihapus apabila tuntutan yang mereka kemukakan tidak dipenuhi.
Apabila aplikasi Ojol benar-benar dihapus, tentu saja akan berdampak terhadap sang Driver dan masyarakat lain sebagai konsumen.
Selain sang Driver akan kehilangan mata pencaharian, konsumen kemungkinan akan kembali menggunakan sistem Ojek konvensional.
Baca Juga: Akui Tertekan dengan Aturan, 2.500 Driver Ojol Demo Hari Ini, Minta 2 Tuntutan Dikabulkan, Apa?
Salah satu keunggulan Ojol selain dilihat dari jumlah Driver, pemesanan Ojol dinilai praktis karena tinggal menggunakan aplikasi.
Selain itu, metode pembayaran yang fleksibel juga menjadi keunggulan tersendiri menggunakan Ojol.
Gojek dan Grab sebagai penyedia jasa Ojol terbesar di Indonesia total memiliki kurang lebih 5 juta Driver di Indonesia.
Melihat data yang dipublikasi oleh International Monetary Fund (IMF) soal World Economic Outlook April 2024, Indonesia menjadi posisi teratas sebagai negara dengan jumlah pengangguran terbanyak di ASEAN (Asia Tenggara).
Baca Juga: Soal Ojol Dapat THR Ternyata Hanya Imbauan Bukan Kewajiban
Per April 2024, Indonesia memiliki persentasi pengangguran sebanyak 5,2 persen.
Posisi Indonesia berada di peringkat teratas dari negara-negara ASEAN lainnya, kecuali Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste karena negara-negara tersebut tidak memiliki data.
Artinya, di tahun 2024 ini jumlah pengangguran di Indonesia mencapai angka 14,5 juta jiwa apabila jumlah penduduk Indonesia sebanyak 280 juta jiwa.
Baca Juga: Lakukan Aksi Mogok, Ratusan Pengemudi Ojol dan Kurir Lokal Jabodetabek Turun ke Jalan Tuntut Hal ini
Apabila aplikasi Gojek dan Grab benar-benar ditutup, maka total pengangguran di Indonesia mencapai angka 19,5 juta.
Itu artinya persentasi pengangguran di Indonesia akan meningkat ke angka 7 persen di tahun 2024.
Diketahui, dampak yang akan diterima dengan banyaknya pengangguran diantaranya adalah:
Dampak Pengangguran Bagi Masyarakat
- Meningkatkan kemiskinan
- Memicu tindakan kriminal
- Munculnya ketidaksetaraan sosial
- Beban psikologis bagi si pengangguran atau keluarga si pengangguran
- Skill menurun karena lama tidak digunakan
Baca Juga: Ojol Demo dan Mogok Antar Penumpang dan Makanan, Ini Kata Driver: Terlalu Memanjakan Customer
Dampak Pengangguran Bagi Negara
- Rendahnya pendapatan penduduk per kapita
- Biaya sosial yang dikeluarkan pemerintah meningkat
- Pendapatan negara turun karena berkurangnya sektor pajak
- Meningkatnya hutang negara
- Daya beli masyarakat menurun
Oleh karena itu, apabila aplikasi Ojol benar-benar ditutup maka akan lebih banyak dampak negatif yang akan diterima masyarakat dan negara.
Hingga saat ini Kominfo akan mencoba mediasi di antara Aplikator dengan Driver untuk mencari solusi terbaik.
Baca Juga: Ada THR untuk Ojol dan Kurir, Driver: Jangan Terlalu Berharap sama Berita THR Ini, Cuma Imbauan
Bagaimana pun masih banyak masyarakat yang bergantung kepada Ojol baik Driver sebagai mata pencaharian, maupun masyarakat lain sebagai konsumen.***

Share this article
Para pengemudi Ojol bahkan meminta aplikasi Ojol dihapus apabila tuntutan yang mereka kemukakan tidak dipenuhi.