AYOJAKARTA.COM - Nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mencuat dalam bursa calon gubernur DKI Jakarta menjelang Pilkada 2024.
Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno, menyebut pembawaan Ahok setelah keluar dari Mako Brimob menjadi lebih kalem dan banyak yang merindukannya.
"Sedikit menambahkan apa yang disampaikan Pak Doly, setiap partai politik ini bukan saja ingin menciptakan kemenangan tetapi rangkaian kemenangan. Jadi, 2024 menang sudah memproyeksikan 2029," ujar Hendrawan. Menurutnya, PDIP memandang ke depan dengan strategi jangka panjang.
Baca Juga: 4 Tips Usaha Titip Jual di Warung Biar Diterima Pemilik dan Disukai Konsumen
Hendrawan juga menyoroti potensi besar Ahok belakangan ini.
"Persoalan Ahok, ya memang belakangan ini potensinya lebih besar. Pertama, surveinya cukup bagus. Kedua, dia masuk DPP. Yang ketiga, setelah sekolah di Mako Brimob, pembawaannya lebih kalem. Dan yang menarik, banyak orang rindu Ahok," katanya.
Survei Litbang Kompas beberapa hari lalu menunjukkan bahwa Anies Baswedan memuncaki elektabilitas dengan 29,8 persen, diikuti oleh Ahok dengan 20 persen, dan Ridwan Kamil di urutan ketiga dengan 8,5 persen.
"Di survei, ternyata respondennya melihat sungai-sungai lebih bersih, jalan-jalan lebih tertib. Jadi, itu sebabnya saya mengatakan potensinya membesar. Tetapi apakah PDIP pada akhirnya memutuskan Ahok, belum tentu. Tidak ada kejutan nanti. Itu sebabnya, tunggu tanggal mainnya," jelas Hendrawan.
Ahok sendiri belum mengambil keputusan apakah akan maju dalam Pilkada Jakarta.
Ia menanggapi isu tersebut dengan menyerahkan keputusan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Ahok mengatakan sebagai kader dirinya harus disiplin berorganisasi. Dia akan menunggu apapun keputusan dari Megawati
"Kalau ada perintah, siap ya berarti siap," ujar Ahok.
PDIP memang sedang mempertimbangkan berbagai calon potensial, dan Ahok tetap menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan serius. Namun, keputusan akhir masih menunggu dinamika politik internal partai dan kesepakatan antarpartai.
Dengan elektabilitas yang cukup tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Ahok memiliki peluang besar untuk kembali berlaga di Pilkada Jakarta. Namun, semuanya masih tergantung pada keputusan PDIP dan koalisi partai-partai yang mendukungnya.
Pilkada Jakarta 2024 diprediksi akan menjadi kontestasi yang sangat menarik dan kompetitif.
Dengan kemungkinan rematch antara Ahok dan Anies Baswedan, publik Jakarta akan menyaksikan kembali dua tokoh yang pernah memimpin ibu kota bersaing untuk merebut hati warga.***
Share this article
Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno, menyebut pembawaan Ahok setelah keluar dari Mako Brimob berbeda