AYOJAKARTA.COM - Kematian Afif Maulana, remaja berusia 13 tahun di Padang, Sumatera Barat baru-baru ini menjadi perbincangan warganet.
Afif Maulana diduga meninggal karena disebabkan penyiksaan yang dilakukan oknum polisi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Dwi Sulistyawan membantah kalau Afif Maulana meninggal karena diduga disiksa oknum polisi.
Autopsi pada korban telah dilakukan.
Namun, Polda Sumbar mengatakan hasil autopsi tak dapat diberikan kepada keluarga Afif.
Hal itu lantaran autopsi tersebut merupakan kewenangan penyidik dan tak dapat diberikan ke siapapun kecuali saat persidangan.
“Iya memang sampai saat ini hasil autopsi adalah kewenangan dari penyidik karena yang meminta autopsi itu penyidik, sehingga kita tidak bisa memberikan autopsi itu pada siapapun kecuali nanti pada saat persidangan,” kata Kombes Pol Dwi Sulistyawan dikutip ayojakarta.com dari YouTube Official iNews, Jumat (5/7/2024).
Berdasarkan gambaran hasil autopsi dari ahli forensik menyebutkan bahwa Afif meninggal karena terpeleset dari jembatan sehingga menyebabkan adanya patah tulang belakang sebelah kiri 1-6 kemudian menembus ke paru-paru sejauh 11 cm dan mengakibatkan meninggal dunia.
“Namun demikian dari ahli forensik juga sudah memberikan gambaran sedikit bahwa hasil autopsi itu menyatakan bahwa kematian daripada Afif itu akibat terpeleset dari jembatan,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Arif Maulana Wakil Ketua Bidang Advokasi YLBHI menyebut keterangan kepolisian berubah-ubah.
“Saya kira ini yang harus dipertanyakan, kenapa kepolisian berubah-ubah keterangannya,” tuturnya.
Di mana sebelumnya, pihak Kapola Sumatera Barat mengatakan tidak ada penyiksaan maupun pelanggaran.
Namun, setelah itu keterangan tersebut berubah-ubah.
“Sebelumnya Kapolda Sumbar menyatakan tidak ada penyiksaan, tidak ada pelanggaran prosedur semua sesuai prosedur tapi kemudian setelah ada Kompolnas dan yang lainnya berubah keterangannya,” ujarnya.***

Share this article
YLBHI mengungkapkan bahwa keterangan kepolisian terkait kasus kematian Afif Maulana selalu berubah-ubah.