AYOJAKARTA.COM - Proses wawancara kerja merupakan momen penting bagi kedua belah pihak, baik perusahaan maupun calon karyawan.
Belakangan sedang ramai di media sosial tentang seorang HRD yang membagikan pengalaman rekrutmen dengan pelamar.
Beliau membagikan bahwa seorang kandidat pelamar perusahaan bertanya tentang mess karyawan dan juga posisi jabatan lainnya.
Lalu bolehkah bertanya tentang fasilitas kantor seperti mess karyawan dan lainnya?
Dilansir AyoJakarta.com dari video TikTok @vmuliana, Selasa (11/6/2024) berikut penjelasan vina muliana tentang kontroversi tersebut.
Vina menegaskan bahwa pada dasarnya, wawancara kerja adalah komunikasi dua arah di mana perusahaan dan pencari kerja saling mencari kecocokan.
Keduanya berada dalam posisi yang setara karena keduanya memiliki kebutuhan yang saling melengkapi.
Pencari kerja membutuhkan pekerjaan dan perusahaan membutuhkan karyawan untuk menjalankan bisnisnya.
Saat wawancara kerja, perusahaan biasanya mengajukan sejumlah pertanyaan kepada calon karyawan untuk menilai kemampuan dan kesesuaian mereka dengan posisi yang ditawarkan.
Namun, tidak hanya perusahaan yang berhak mengajukan pertanyaan. Calon karyawan juga memiliki hak untuk bertanya kepada perusahaan. Ini adalah bagian dari proses penilaian apakah perusahaan tersebut cocok bagi mereka.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari calon karyawan adalah mengenai fasilitas yang disediakan perusahaan, termasuk mess karyawan.
Menanyakan fasilitas ini adalah hal yang wajar dan sah -sah saja dilakukan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa calon karyawan boleh bertanya tentang fasilitas perusahaan:
1. Mengetahui fasilitas apa saja yang disediakan oleh perusahaan, seperti mess karyawan, dapat membantu calon karyawan memutuskan apakah mereka akan merasa nyaman dan sejahtera bekerja di perusahaan tersebut.
2. Informasi mengenai fasilitas seperti mess karyawan dapat mempengaruhi perhitungan biaya hidup. Jika perusahaan menyediakan mess, ini bisa mengurangi biaya tempat tinggal yang harus ditanggung oleh karyawan.
3. Mengetahui fasilitas yang ada dapat membantu calon karyawan mempersiapkan diri lebih baik untuk penyesuaian dengan lingkungan kerja baru.
4. Dengan informasi yang lengkap mengenai fasilitas, calon karyawan dapat membuat keputusan yang lebih baik dan terinformasi mengenai apakah mereka ingin melanjutkan proses rekrutmen di perusahaan tersebut.
Meski bertanya tentang fasilitas perusahaan adalah hal yang sah, ada beberapa etika yang perlu diperhatikan agar pertanyaan tersebut tidak menimbulkan kesan negatif:
1. Sebaiknya pertanyaan tentang fasilitas diajukan di akhir sesi wawancara atau ketika pewawancara memberikan kesempatan kepada calon karyawan untuk bertanya.
2. Pastikan pertanyaan diajukan dengan sopan dan tidak terkesan menuntut.
3. Fokus pada pertanyaan yang relevan dengan kebutuhan dan kesejahteraan sebagai calon karyawan, serta bagaimana fasilitas tersebut akan mempengaruhi kinerjamu.
Setelah wawancara selesai, baik perusahaan maupun calon karyawan sebaiknya menyimpan hasil penilaian mereka secara internal.
Mengumbar informasi mengenai kesan buruk dari salah satu pihak bisa menjadi bumerang dan menyebabkan dampak negatif yang tidak diinginkan.
Menjaga etika profesional dalam hal ini sangat penting untuk memastikan hubungan yang baik dan menghindari penyebaran informasi yang bisa merugikan.***

Share this article
Berikut ini alasan mengapa calon karyawan boleh menanyakan fasilitas perusahaan saat melakukan sesi wawancara.