AYOJAKARTA.COM - Pendiri sekaligus pemimpin di PolMark Research Centre Eep Saefullah Fatah menilai bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 adalah Pemilu terburuk.
“Sebagai warga negara saya jawab ini adalah pemilu terburuk sepanjang pengalaman saya mengikuti dan menjalani pemilihan umum di masa reformasi,” kata Eep Saefullah Fatah, dikutip dari Youtube Keep Talking, Sabtu, 17 Februari 2024.
Eep Saefullah Fatah ungkap salah satu indikator yang menjadikan Pemilu tahun ini menjadi terburuk adalah keterlibatan presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilu.
Baca Juga: Arti Silent Majority Tentang Pemilu yang Viral di Media Sosial, Ternyata Begini
“Keterlibatan presiden Jokowi dalam Pemilu adalah keterlibatan dalam tingkat yang terburuk dibandingkan semua pemilihan presiden yang pernah dijalani,” tuturnya.
Tak hanya itu, Eep Saefullah juga meminta agar pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat menampilkan quick count di berbagai televisi di Indonesia.
Hal itu penting untuk dilakukan agar KPU bisa mempertanggungjawabkan hasil Pemilu kepada publik secara transparan.
Baca Juga: Hasil Pemilu 2024 Pilpres di Situs KPU Beda dengan KawalPemilu, Lebih Banyak di mana?
Sebab, kata dia, itu merupakan hak yang harus didapatkan oleh publik sebagai orang yang sudah ikut terlibat dalam Pemilihan Umum.
Eep menegaskan bahwa hasil quick count yang banyak ditayangkan di televisi saat ini bukanlah hasil akhir dari kemenangan Pemilu.
Melainkan itu merupakan perlengkapan teknis yang memprediksi dari hasil pemilu yang sudah dilakukan.
“Quick count saya tegaskan sebagai pihak yang selama ini ikut mengelolah kegiatan-kegiatan sejenis. Quick count adalah perlengkapan teknis, quick count memotret hasil tapi tidak bisa menceritakan prosesnya,” tegas Kang Eep.
Diketahui, untuk hasil quick count sementara di berbagai lembaga survei.
Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menempati posisi unggul dengan perolehan hasil di atas 50%.
Kemudian di posisi kedua ada pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan hasil di atas 20%, yang diikuti oleh pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di posisi terakhir.***

Share this article
Eep Saefullah Fatah mengatakan hasil quick count yang banyak ditayangkan di televisi saat ini bukanlah hasil akhir dari kemenangan Pemilu.