AYOJAKARTA.COM - Berdasarkan hasil Quick Count yang dikeluarkan oleh beberapa Lembaga, terlihat paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming akan memenangkan Pemilu 2024.
Dalam hal ini, jika memang nantinya Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming menang, maka ada dua partai yang bukan dari koalisi paslon 02 akan masuk dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal ini diprediksi oleh Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda yang mana dirinya sempat memprediksi juga partai yang akan bergabung pada masa Pemilu 2019 lalu.
Baca Juga: Prabowo Subianto Sebut Kenal Semua Presiden, tapi Megawati Tak Disebutnya
“Saya ingat 5 tahun yang lalu saya bicara di TV One, di hari Quick Count malamnya, saya memprediksi tapi masih ramai, banyak yang mustahil dan saya diserang itu, saya bilang kemungkinan oleh politisi disaat itu debat, mungkin tersinggung, kemungkinan partai yang akan gabung pemerintahan, satu Gerindra, kedua Partai Amanat Nasional (PAN),” ucap Hanta Yuda dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.
Hanta Yuda mengungkapkan kalau dirinya akan memprediksi ada dua Partai yang akan masuk dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, salah satunya yakni PKB.
“Nah tadi malam saya juga berdebat dengan Koalisi PKB menyampaikan, saya memprediksi juga meskipun ada yang menolak, saya bilang, nah, sekarang kalau boleh saya memprediksi dua partai, karena sedang berada di dalam pemerintahan, dua partai,” terang Hanta Yuda.
Baca Juga: Menang Telak Versi Quick Count, Prabowo Subianto: Jangan Sombong, Kita Harus Tetap Rendah Hati
Adapun alasan PKB akan dibujuk untuk masuk pemerintahan Prabowo-Gibran karena koalisi paslon 02 saat ini baru 45%, sehingga dirinya akan menggoda partai dari koalisi lainnya.
“Faktor memang kebutuhan dari paslon yang akan menang, katakanlah berdasarkan Quick Count Prabowo-Gibran karena baru 45%, dia butuh pasti menggoda partai, merayu partai untuk masuk dalam pemerintahan meskipun kita berharap meng konteks demokrasi jangan terlalu gemuk, cukup Koalisi terbatas 55% maksimal 60%,” jelas Hanta Yuda.
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya diajak saja PKB untuk masuk pemerintahan maka sudah cukup.
Baca Juga: Usai Nyoblos, Capres Nomor Urut 1 Prabowo Subianto Terciduk Asyik Melakukan Hal Ini di Rumahnya
Pasalnya agak sulit membayangkan PKB untuk berada di luar pemerintahan.
“Kalau diajak PKB saja sebenarnya sudah cukup, poin saya PKB, agak sulit membayangkan PKB berani di luar pemerintahan dengan kultur PKB tapi saya berharap tetap ada penyeimbang di luar,” tutur Hanta Yuda
Selain PKB, Hanta Yuda juga memprediksi bahwa Partai NasDem juga akan masuk dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, pasalnya partai tersebut memang sudah berada di pemerintahan Jokowi saat ini.
“Yang kedua adalah partai NasDem, karena mereka berada di dalam pemerintahan memang hari ini bersama pak Jokowi,” tutur Hanta Yuda.
Sehingga jika dilihat, maka pemerintahan Prabowo-Gibran nantinya jika dengan masuknya dua partai tersebut, maka kekuatan pemerintah menjadi lebih kurang 60% lebih.
Seperti yang kita lihat untuk sementara ini ada 8 partai yang lolos, yakni 4 partai yang berada di koalisi Prabowo-Gibran, dan empat partai lagi yakni PKB, NasDem, PDIP, dan PKS.
Namun untuk PDIP dan PKS mereka tidak mungkin karena memiliki gen oposisi yang kuat, terlihat saat masa presiden SBY dan PKS di masa Presiden Jokowi.
“yang kedua dilihat dari sisi partainya, dibandingkan dengan PDI Perjuangan dan PKS, mereka gen oposisinya gen politik oposisinya lebih kuat, yang kedua PKS karena alasan ideologis bisa jadi karena PKS tidak mau atau memang tidak diajak,” jelas Hanta Yuda. ***

Share this article
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda memprediksi jika ada dua parpol yang nanti akan bergabung ke pemerintahan meski kalah.