AYOJAKARTA.COM - Organisasi lingkungan hidup, Wahana lingkungan hidup (Walhi) Kalimantan Tengah, secara tegas menolak pernyataan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka terkait proyek food estate di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Walhi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa pernyataan Gibran Rakabuming tidak sesuai dengan fakta lapangan.
Direktur Walhi Kalimantan Tengah, Bayu Herinata menyampaikan pendapatnya dalam sebuah konferensi pers di kantor Walhi di Jalan Yogyakarta, kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Menurut Bayu Herinata hingga saat ini belum ada food estate yang berhasil dipanen di Kabupaten Gunung Mas.
"Kalau berangkat dari pernyataan Cawapres 02 kemarin itu, menurut kami tidak berdasarkan informasi dan data dari lapangan atau fakta dari lapangan," ucap Bayu Herinata Herinata, Dikutip Ayojakarta.com dari Youtube MetroTV, pada Rabu, 24 Januari 2024.
"Dia menyebutkan bahwa ada keberhasilan terkait dengan implementasi proyek food estate di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah, dia ambil contoh di Gunung Mas, apa Food Estate singkong yang sekarang itu berubah menjadi jagung" lanjutnya.
Baca Juga: Patahkan Statement Gibran, Pengamat Politik Sebut Food Estate Pernah Gagal di Zaman Soeharto
Bayu Herinata menjelaskan bahwa proyek food estate ini sudah mengalami kendala selama lebih dari 2 tahun.
Awalnya, komoditas tanaman yang ditanam adalah singkong, namun karena tidak berhasil panen diganti dengan tanaman jagung.
Namun, fakta yang ditemukan Walhi di lapangan menunjukkan bahwa jagung ini ditanam di media tanam buatan, bukan di lahan yang secara langsung dikonversi dari hutan.
Baca Juga: Program Food Estate Dinilai Gagal dan Merugikan, Pihak Istana Ikut Angkat Bicara
"Lagi-lagi ini jadi alasan pemerintah menjalankan proyek-proyek ini dengan alasan untuk menjawab krisis pangan untuk memenuhi pangan seperti itu tapi tidak memperhatikan aspek-aspek kesesuaian lahan, keberlanjutan lingkungan, dan sosial masyarakat," ucap Bayu.
Dalam monitoring terbaru di lapangan, Walhi menemukan bahwa kondisi jagung yang ditanam tidak sesuai dengan klaim keberhasilan yang disampaikan oleh Cawapres.
Luasan lahan yang terbuka masih sedikit, dan jagung yang ditanam bukanlah komoditas yang dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat.
Bayu menegaskan dengan kondisi ini, proyek food estate tidak mencapai tujuannya untuk memenuhi ketahanan pangan atau kebutuhan pangan masyarakat setempat.
Ini bukan untuk keberhasilan program, melainkan kebutuhan industri yang memerlukan olahan lebih lanjut untuk menjadi bahan pangan.
Walhi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa program food estate seharusnya mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Mereka menantang pernyataan Cawapres dan menekankan pentingnya evaluasi ulang terhadap proyek-proyek yang dinilai tidak berdampak positif.***

Share this article
Direktur Walhi Kalimantan Tengah, Bayu Herinata membantah pernyataan Gibran, sebut hingga kini belum ada food estate yang berhasil dipanen.