AYOJAKARTA.COM - Calon presiden dengan nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan, menyatakan bahwa urbanisasi akan terus berlangsung di Indonesia dalam beberapa dekade mendatang. Menurutnya, proyeksi untuk tahun 2045 menunjukkan bahwa sekitar 70 persen penduduk akan tinggal di daerah perkotaan atau urban.
Karena itu, Anies menganggap penting untuk memberikan perhatian khusus pada akses transportasi publik di daerah perkotaan guna mengantisipasi kemacetan. Ia juga berbagi pengalaman selama lima tahun menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, di mana ia berusaha menciptakan sistem transportasi publik yang nyaman untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya.
Baca Juga: Kasus Jessica Wongso Mencuat, Lita Gading Akui Sel Tikus Benar-benar Ada, Begini Kesaksiannya
"Karena dengan transportasi publik kita dapat membangun kesetaraan. Di dalamnya tidak ada perbedaan strata ekonomi. Dulu kan tidak. Warga yang ekonominya baik, akan naik kendaraan yang bagus. Warga yang ekonominya kurang baik, cenderung hanya memakai kendaraan sederhana," ucap Anies dalam Rakernas Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
Anies menjelaskan bahwa prinsip yang dipegang dalam sektor transportasi tidak hanya sebatas memindahkan individu dari satu tempat ke tempat lain, tetapi lebih sebagai sarana untuk menyatukan masyarakat. Menurutnya, dalam sistem transportasi publik, interaksi antara warga dari berbagai lapisan ekonomi dapat terjadi.
Ia menekankan bahwa di dalam transportasi publik, tidak ada perbedaan antara seorang CEO perusahaan dengan seorang office boy ketika keduanya sama-sama menggunakan sarana tersebut. Dengan demikian, Anies berpendapat bahwa di dalam transportasi publik, prinsip kesetaraan dapat diwujudkan.
Baca Juga: 12 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup yang Lebih Panjang Umur, Salah Satunya Mengurangi Stres
Anies juga menyampaikan bahwa peningkatan kualitas transportasi publik tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga dapat membantu mengurangi dan meminimalisir polusi udara. Menurut Anies, dari 28 kota metropolitan di Indonesia, mayoritas mengalami kualitas udara yang buruk, yang utamanya disebabkan oleh emisi asap kendaraan bermotor.
"Transportasi harus memudahkan, memberikan perasaan tenang karena aman, safetynya baik sehingga jauh dari resiko apalagi memakan korban. Lalu menurunkan emisi dan polusi," ucap Anies.

Share this article
Anies mendukung transportasi publik guna mewujudkan kesetaraan dan mengurangi polusi. Pengalaman selama memimpin DKI Jakarta jadi inspirasi.