AYOJAKARTA.COM - Hacker Bjorka kembali berulah dengan membobol data-data warga Indonesia.
Kali ini Bjorka berhasil membocorkan 34 juta data paspor WNI (Warga Negara Indonesia) dan menawarkannya pada sebuah website.
Kasus dugaan kebocoran 34 juta data paspor WNI oleh Bjorka akhirnya ditanggapi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Baca Juga: Kamu Jurusan IPA? Berikut 10 Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pilih, Dijamin Dapat Kerja Gaji Besar!
Kominfo mulai melakukan klarifikasi kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi Kemenkumham).
Selanjutnya dilakukan tahap awal investigasi oleh Tim Investigasi Perlindungan Data Pribadi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan.
Tindakan investigasi yang dilakukan mulai dari penyelidikan website yang digunakan untuk menawarkan data tersebut serta menanggapi informasi-informasi yang bersumber dari masyarakat.
Pada faktanya, terungkap bahwa data yang ditawarkan oleh Bjorka pada website tersebut memang ada kemiripan dengan data paspor para WNI.
Baca Juga: Cek Dulu! Ini Perbedaan KUR BRI dan KUR BNI Tahun 2023, Lengkap dengan Syarat Ajukan Pinjaman
Meskipun begitu, menurut Samuel, hal itu masih belum dapat dipastikan lebih lanjut karena setelah dilihat pada detail data terdapat sedikit perbedaan.
“Berdasarkan hasil sampling memang terdapat kemiripan namun belum dapat dipastikan. Dari detil diduga diterbitkan sebelum perubahan peraturan paspor menjadi 10 tahun, karena masa berlakunya terlihat hanya 5 tahun,” ujar Samuel mengutip dari laman Suara.com , Sabtu (8/7/2023).
Untuk saat ini, kasus dugaan kebocoran data tersebut masih belum dapat disimpulkan untuk data apa saja, kapan, dari mana dan bagaimana bisa terjadi kebocoran.
Maka dari itu, pihak Kominfo masih akan menunggu klarifikasi dari pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini Ukuran Tekanan Angin untuk Ban Motor, Penting untuk Keselamatan
Pada website tersebut, data paspor WNI dijual dengan harga US$10 ribu atau Rp 150 juta.
Data tersebut terdiri dari nama, nomor paspor, masa berlaku paspor, tanggal lahir pemilik paspor, hingga gender.
Dari penelusuran dan penyelidikan yang telah dilakukan, Samuel juga masih belum bisa memastikan terkait dugaan kebocoran data tersebut.
Kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pendalamn pada kasus tersebut.
Dan apabila ditemukan fakta-fakta dan bukti baru, maka pihaknya juga akan segera mengumumkannya ke publik dari hasil penyelidikan tersebut.***

Share this article
Hacker Bjorka kembali berulah dengan membobol data-data warga Indonesia, usai sebut akan bocorkan data indihome?