AYOJAKARTA.COM - Bagi masyarakat Nusantara, nama Prabu Jayabaya merupakan sosok yang diketahui memiliki beragam ilmu serta kedigdayaan.
Selain dikenal sebagai Raja Kediri yang bijaksana dan memiliki banyak kesaktian, Jayabaya juga banyak disebut sebagai pujangga visioner.
Melalui tulisan dan perkataannya yang kemudian dibukukukan, pernyataan Raja Jayabaya tentang masa kini bahkan sudah banyak terbukti.
Baca Juga: Ramalan Jayabaya Mengenai Presiden Indonesia dari Masa ke Masa, Siapa Selanjutnya?
Pada salah satu pernyataannya, Jayabaya sempat menyinggung tentang pemimpin Nusantara yang memiliki gelar ataupun ciri khusus dalam sejarah hidupnya.
Di mana pemimpin pertama memiliki sebutan sebagai Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, atau tokoh pemimpin yang akrab dengan kinunjoro atau penjara.
Sebagaimana diketahui, Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia adalah sosok dengan pengalaman dipenjara cukup banyak.
Baca Juga: Ramalan Jayabaya soal Presiden 2024, Ada Hubungannya dengan Istilah ‘Notonegoro’, Apa Itu?
Pemimpin kedua Nusantara memiliki gelar sebagai Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar atau pemimpin yang ditakuti tapi berakhir dengan keburukan.
Masyarakat kemudian mengartikulasi bahwa sosok yang dimaksud adalah Presiden Soeharto yang ketika memimpin disegani, tapi berakhir dengan kepedihan.
Ciri Ketiga cikal bakal pemimpin Nusantara adalah Satrio Jinumput Sumela Atur atau pemimpin yang dipungut untuk sumela atur atau transisi.
Usai Presiden Soeharto lengser, kepemimpinan Indonesia saat itu dilimpahkan kepada Presiden BJ Habibie yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden.
Masa kepemimpinan Presiden Habibie kemudian berakhir setelah terselenggaranya Pemilu pada tahun 2009.
Dalam ramalannya terkait dengan ciri pemimpin Nusantara, Jayabaya juga menyebut pemimpin setelah itu memiliki gelar Satrio Lelono Topo Ngrame.
Baca Juga: Viral Arogansi Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Usir Wartawan
Dengan kata lain, presiden berikutnya adalah figur yang senang berkelana serta memiliki tingkat topo ngrame atau kerohanian tinggi.
Fakta yang terjadi setelah pemilu, jabatan presiden di Indonesia dipercayakan kepada KH Abdurrahman Wahid yang dikenal paling sering melakukan kunjungan ke luar negeri.
Satrio Piningit Hamong Tuwuh adalah gelar pemimpin pengganti yang memiliki arti pemimpin yang hadir dengan membawa kharisma leluhurnya.
Gelar satria Nusantara berikutnya ialah Satrio Boyong Pambukaning Gapura, atau pemimpin yang berpindah jabatan dari Menteri menjadi Presiden.
Gelar ketujuh pemimpin Nusantara oleh Jayabaya diberikan gelar sebagai Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, atau pemimpin yang dekat dengan Tuhan.
Meskipun gelar ini diyakini sebagian kalangan merujuk kepada Presiden Joko Widodo, namun hal tersebut masih menjadi pertentangan.
Baca Juga: Mengerikan! Gempa Megathrust Senada dengan Ramalan Jayabaya, Ini yang Akan Terjadi dengan Pulau Jawa
Pasalnya, seorang pemimpin sejati yang akan mengayomi Nusantara mencapai puncak kejayaan harus memiliki ciri Doso Dharmo Rojo atau sepuluh ciri Raja.
Demikian seperti dirangkum AyoJakarta.com pada Selasa, 6 Juni 2023 dari kanal YouTube KSTV Official.***

Share this article
Ramalan Jayabaya mengungkap kriteria sosok pemimpin Indonesia harus memiliki ciri Doso Dharmo Rojo atau sepuluh ciri Raja.