AYOJAKARTA.COM - Ramai dibicarakan soal perjanjian Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dengan Sandiaga Uno saat Pilkada DKI Jakarta 2017.
Hal yang membuat publik semakin heboh kala muncul isu utang Rp50 M Anies Baswedan pada Sandiaga Uno.
Menanggapi isu tersebut, Jubir Anies, Sudirman Said mengatakan jika utang tersebut dianggap sudah selesai saat memenangkan pilkada.
Baca Juga: Waspada Kasus Diabetes Anak Melonjak 70 Kali Lipat! Orang Tua Wajib Tahu Gejalanya
Menurut Sudirman Said, utang piutang tersebut sudah lunas karena Anies memenangi Pilkada 2017.
Mengenai perjanjian utang piutang antara Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto, Sudirman Said angkat bicara sebagai berikut, dikutip AyoJakarta.com dari Youtube tvOneNews.
Sudirman Said menjelaskan alasan Anies berutang kala itu karena tidak memiliki uang untuk biaya kampanye.
“Dalam perjanjian itu antara lain ada perjanjian utang piutang dengan Pak Sandi karena waktu itu Pak Anies tidak punya uang,” ujarnya.
Ia menambahkan jika pilkada untuk pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 menang, maka urusan utang akan dianggap selesai.
“Tapi perjanjiannya dikatakan bahwa kalau pilkadanya menang, utang piutangnya selesai dan itu dianggap dari perjuangan bersama-sama,” imbuhnya
Sudirman juga menyentil bahasan soal perjanjian lain yang disebut-sebut soal perjanjian Pilpres antara Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Dirinya menegaskan perjanjian tersebut bukanlah terkait dengan pencapresan atau kontestasi Pemilu 2024.
“Mengenai perjanjian pilpres itu tidak pernah ada,”
Ia menyebut bahwa kala itu ia membantu Prabowo untuk menanyakan kesediaan Anies menjadi calon wakil presiden.
“Yang ada adalah saya membantu Pak Prabowo ikut membicarakan dengan Pak Anies bersedia menjadi calon wakil presiden atau tidak,” ujarnya.
Ia menjelaskan perjanjian yang terjadi antara Anies Baswedan dengan kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hanyalah soal pembagian beban biaya Pilkada 2017.
“Setahu saya tidak ada antara perjanjian karena memang yang ada adalah perjanjian hutang dan pembagian biaya kampanye,” pungkasnya.***

Share this article
Sudirman Said menjelaskan alasan Anies berutang kala itu karena tidak memiliki uang untuk biaya kampanye.