AYOJAKARTA.COM – Langkah Anies Baswedan mencalonkan diri sebagai bakal capres di Pilpres 2024 masih terus mendapat batu sandungan.
Bahkan meski dirinya merupakan satu-satunya capres yang sudah mendeklarasikan cawapresnya, tetap saja masih mendapat berbagai tudingan.
Seperti diketahui, Anies Baswedan memilih Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai koalisinya untuk maju Pilpres 2024.
Namun hingga saat ini, tudingan bahwa Anies Baswedan mengkhianati Prabowo Subianto masih kerap dilontarkan berbagai pihak.
Baca Juga: 19 Oktober Pendaftaran Capres-Cawapres, Ini Jadwal Kampanye untuk Pilpres 2024
Tudingan ini bermula dari pernyataan Anies Baswedan pada 2018 silam saat dirinya diwawancarai Najwa Shihab yang dikutip ayojakarta.com dari Suara.com pada Kamis (5/10/2023).
Dalam wawancara tersebut, Anies Baswedan menuturkan jika selama ada Prabowo Subianto ia tidak terpikirkan menjadi capres.
“Jadi ketika ada yang datang mendiskusikan, saya sampaikan, ‘Selama ini ada Pak Prabowo, saya tidak mau memikirkan (tawaran menjadi capres)’,” ujar Anies Baswedan tahun 2018 silam.
“Not even thinking,” lanjutnya.
Pernyataan Anies Baswedan di tahun 2018 inilah yang hingga saat ini terus disentil dan membuatnya dicap sebagai pengkhianat.
Tak tinggal diam, pasangan Cak Imin tersebut menegaskan bahwa tidak ada pengkhianatan maupun pihak yang ia khianati sama sekali.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut lantas menganalogikan kondisi ini seperti halnya ditawari sebuah makanan.
“Kalau ini saya ditawari makan, (dijawab) ‘Enggak mau makan, saya kenyang’, apakah kemudian seumur hidup saya kenyang?” tanya Anies Baswedan.
“Ya pada saat ini saya kenyang, itu kira-kira analoginya,” imbuh Anies Baswedan.
Baca Juga: Sudah Dioperasionalkan, KCJB Siap Fasilitasi Piala Dunia U-17 2023
Anies Baswedan kemudian menjelaskan lebih detail pernyataannya tentang tidak akan mencalonkan presiden selama ada Prabowo Subianto.
Maksud pernyataannya, ia tidak akan mencalonkan presiden kala itu lantaran belum genap menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun.
Dengan kata lain, Anies Baswedan menegaskan bahwa ia tidak akan menerima tawaran jadi capres sebelum menyelesaikan masa tugasnya saat itu.
“Jadi ketika setahun kemudian saya diundang menjadi cawapres, diundang menjadi capres, saya katakan tidak,” tegas Anies Baswedan.
“Pak Prabowo ini akan maju Pilpres tahun 2019 jadi saya katakan ‘Saya tidak akan mengintercept pencalonan Bapak tahun 2018 besok’, selesai, jadi itu semua sudah ditunaikan. Jadi tidak ada yang dikhianati,” tegasnya.***

Share this article
Berikut ini tanggapan menohok Anies Baswedan yang merasa jengah terus dituding khianati Prabowo Subianto.