AYOJAKARTA.COM – Sering berada di urutan ketiga sejumlah lembaga survei, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tidak ambil pusing.
Sebab hasil survei seringkali bertolak belakang dengan kenyataan setiap kali pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyapa para pendukung.
Antusiasme terhadap pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang jumlahnya mencapai puluhan hingga ratusan ribu merupakan bentuk survei sebenarnya.
Baca Juga: Cak Imin Ungkap Ketidakselarasan dengan Anies Terkait Nama Kapten Timnas AMIN yang Belum Ditentukan
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Maman Imanulhaq yang juga merupakan Sekretaris Dewan Syuro PKB.
Dalam sejumlah kesempatan dialog Maman bahkan sering didatangi oleh oleh ribuan pendukung, meskipun Amin tidak berada di lokasi yang sama.
“Saya hadir di beberapa tempat tanpa pasangan capres aja, orang bisa hadir banyak hingga ribuan,” terang Maman.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Ingin Banyak Gaet Anak Muda Masuk TPN
Besarnya animo masyarakat terhadap pasangan Amin, menurut Maman merupakan bukti kuatnya keinginan publik untuk melakukan perubahan.
Lebih lanjut Maman menjelaskan adanya perbedaan hasil survei dengan fakta fisik di lapangan merupakan bagian dari perjuangan.
Dengan terus bergerak tanpa terlihat oleh lembaga survei, maka program perubahan akan lebih mengena dan berdampak di masyarakat.
Oleh karena itu dalam menyikapi hasil survei yang selalu berada di urutan terakhir, Maman meminjam istilah yang sempat dinyatakan Anies dalam sebuah acara televisi.
“Kami berterima kasih tidak perlu bayar mahal-mahal untuk mendapatkan informasi, karena sekali survei itu berapa ratus juta harus dikeluarkan,” ungkap Anies.
Selain Maman juga mengakui bahwa penumpukkan massa pendukung Amin bukan saja terjadi di tempat yang merupakan basis suara partai pengusung.
Baca Juga: Kali Ketiga Kunjungi Sumatera Barat, Anies Baswedan Diprediksi Akan 'Curi' Suara Prabowo Subianto
Tingginya antusiasme pendukung yang hadir setiap kali pasangan Amin berada di tengah masyarakat, merupakan refleksi nyata keinginan akan perubahan yang sangat kuat.
Terkait dengan rendahnya hasil survei sejumlah lembaga, dalam acara jalan sehat 28 Oktober lalu di Depok, Jawa Barat pasangan Amin sempat memberi tanggapan.
Di hadapan peserta yang membludak, pasangan Amin menyanggah hasil kerja sejumlah lembaga survei dengan melontarkan guyonan kocak.
Baca Juga: Strategi Cermat Kawanjuang GP untuk Memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Jawa Barat
“Mereka bilang kita sedikit? Lho lho lho, segini banyak dikira apa? Orang sebanyak ini nggak bahaya ta?” ungkap pasangan Amin yang disambut tawa pendukung.
Bukan saja hanya terjadi di Depok, dukungan pendukung yang membludak juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia seperti Makassar, Malang, Sidoarjo dan Jember.
Menurut Analis Politik Pangi Syarwi Chaniago, hasil survei merupakan metode yang bersifat empirik objektif.
Baca Juga: MKMK Bisa Batalkan Putusan MK soal Batasan Usia Capres-Cawapres, Gibran Gagal Dampingi Prabowo?
“Kita tidak bisa menyalahkan metode ilmiah, tapi hasil survei tidak mencerminkan hasil akhir,” jelas Pangi seperti dikutip Ayojakarta pada Jumat, 3 November 2023 dari Metro TV. ***

Share this article
Meski berada di urutan bawah survei, antusiasme pendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mencerminkan dukungan publik.