AYOJAKARTA.COM -- Perang antara Israel dan Hamas di Gaza tidak hanya meninggalkan korban jiwa, tetapi juga membawa dampak serius terhadap perekonomian Palestina.
Menurut laporan terbaru dari Program Pembangunan PBB dan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA), persoalan sosio-ekonomi semakin menghantui dengan meningkatnya tingkat kemiskinan dan penurunan produk domestik bruto (PDB).
Dibandingkan dengan konflik Suriah, Ukraina, atau perang Israel-Palestina sebelumnya, dampak ekonomi perang ini jauh lebih besar.
Lebih dari 10.800 warga Palestina telah kehilangan nyawa di Gaza, dan lebih dari dua pertiga penduduknya meninggalkan rumah mereka akibat blokade Israel dan serangan udara serta darat.
Mengutip dari Republika pada Jumat, 10 November 2023, jika perang terus berlanjut hingga bulan kedua, PBB memproyeksikan penurunan PDB Palestina sebesar 8,4 persen atau setara dengan 1,7 miliar dolar AS.
Diperkirakan perekonomian akan menyusut sebesar 12 persen, dengan kerugian mencapai 2,5 miliar dolar AS. Lebih dari 660.000 orang berisiko terjerumus ke dalam kemiskinan jika konflik ini berlanjut hingga bulan ketiga.
Abdallah al-Dardari, Asisten Sekretaris Jenderal Program Pembangunan PBB, mengungkapkan bahwa kehilangan PDB sebesar 12 persen pada akhir tahun ini akan menjadi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai perbandingan, perekonomian Suriah kehilangan 1 persen PDB-nya per bulan selama konflik puncak. Ukraina, dengan kehilangan 30 persen PDB-nya, butuh waktu satu setengah tahun untuk pulih.
Pada awal 2023, Palestina, yang sebelumnya dianggap sebagai negara dengan perekonomian berpendapatan menengah ke bawah, menghadapi tingkat kemiskinan sebesar 6 dolar AS per hari per orang. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif ESCWA PBB, Rola Dashti.
Sebelum perang, Gaza sudah menghadapi tingkat pengangguran tinggi, mencapai 46 persen, tiga setengah kali lebih tinggi dibandingkan di Tepi Barat. Namun, empat minggu konflik ini menghancurkan sekitar 390.000 pekerjaan di Gaza.
Baca Juga: Anies Baswedan Serukan Tegakkan Keadilan di Aksi Bela Palestina
Menurut Dashti, 61 persen lapangan kerja di Gaza telah hilang, setara dengan 182.000 pekerjaan. Di Tepi Barat, sekitar 24 persen lapangan kerja juga mengalami kehilangan, setara dengan 208.000 lapangan kerja. Gangguan ekonomi besar-besaran juga terjadi di sektor pertanian, pariwisata, perdagangan, transfer uang, dan investasi.
Perang Israel-Hamas di Gaza bukan hanya mengakibatkan kerugian manusia, tetapi juga merusak perekonomian Palestina secara signifikan. Sebab peningkatan kemiskinan dan penurunan PDB yang mengkhawatirkan, upaya untuk pemulihan ekonomi memerlukan tindakan bersama dan solusi yang komprehensif.

Share this article
Perang Israel dan Hamas di Gaza tidak hanya meninggalkan korban jiwa, tetapi juga membawa dampak serius terhadap perekonomian Palestina.