AYOJAKARTA.COM – Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza sedang menjadi pusat perhatian publik lantaran menjadi salah satu sasaran para tentara Israel.
Padahal, RS Indonesia tersebut merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di Gaza bagian utara.
Menjadi salah satu sasaran para Israel, lantaran RS Indonesia dicurigai sebagai tempat antek-antek Hamas, bahkan difitnah adanya terowongan Hamas di dalam RS Indonesia tersebut.
Di samping itu semua, padahal RS Indonesia dibangun dengan uang donasi yang berasal dari masyarakat Tanah Air, sedangkan untuk tanahnya sendiri merupakan wakaf dari pemerintah Palestina.
Awalnya, RS Indonesia dibangun saat mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari ditawari oleh Menkes Palestina tanah di Gaza. Saat itu Palestina masih dikuasai oleh Hamas.
"Waktu saya jadi Menteri Kesehatan, yang berkuasa di Palestina itu Hamas. Menteri Kesehatan Palestina itu berbisik pada saya, bilang, 'Kalau dikasih tanah di Gaza bisa nggak bikin rumah sakit'," sebut mantan Menkes Siti Fadilah, dikutip dari Suara.com pada Jumat, 17 November 2023.
Setelah mendapatkan tawaran tersebut, awalnya Siti Fadilah ragu, di mana dirinya tidak yakin bakal ada orang yang mau tinggal di Gaza.
Namun setelah itu, Siti Fadilah mencoba meyakinkan diri dan menghubungi founder MER-C, Jose Rizal.
Baca Juga: Ingin Bawa Anak-anak Gaza ke Indonesia, Anies Justru Ramai Dirujak Netizen: Usahain Sendiri Coba!
Tak disangka, bahwa Jose Rizal langsung menerima tawaran tersebut dengan tangan terbuka, hal tersebut lantaran dirinya pernah bercita-cita ingin membangun RS di Gaza, namun terhalang dengan kepemilikan tanah.
"Kemudian Jose dengan semangatnya cari dana dari masyarakat Indonesia, kita cari uang dari umat Islam kita kumpulkan sedikit demi sedikit, kumpul lah uang itu, kemudian kita rencanakan pembuatan itu," kata Siti Fadilah.
Siti Fadilah juga mengungkapkan awalnya Jose Rizal bingung cari tukang batu, dan siapa yang mau ke tempat perang tanpa dibayar, namun setelah itu ketemu dengan Ponpes Al Fatah
Para mujahid banyak jihad fisabilillah banyak yang mendaftar, bahkan dari kalangan dosen dan guru.
Baca Juga: Pernyataan PWI Soal Banyaknya Wartawan Tewas saat Meliput Konflik Gaza
"Akhirnya ketemu Ponpes Al Fatah, ternyata mujahid banyak jihad fisabilillah banyak yang daftar, ada guru ada dosen banyak," lanjut Siti Fadilah
"Jadi yang membuat bukan tukang batu biasa bapak bapak ikhlas bapak-bapak yang siap syahid," tegas Siti fadilah.
Sekarang jadilah RS Indonesia yang berdiri diatas tanah 16.261 meter persegi, yang sudah dibangun sejak 2011 dan telah memiliki dua lantar.
Namun sayangnya kini RS Indonesia telah menjadi tempat sasaran pada Israel sejak bulan Oktober 2023 lalu.***

Share this article
Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza sedang menjadi pusat perhatian publik lantaran menjadi salah satu sasaran para tentara Israel.