AYOJAKARTA.COM - Amerika Serikat saat ini sedang menghadapi perubahan keempat dalam sejarahnya. Jika pemimpin-pemimpinnya tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dalam situasi dunia saat ini, kemungkinan besar akan terjadi kembali perang dunia.
Frederick Kempe, CEO think tank kebijakan luar negeri Atlantic Council, menyatakan bahwa kekhawatiran ini menjadi fokus utama para CEO perusahaan besar saat ini. Mereka kini mempertimbangkan faktor geopolitik dalam pengambilan keputusan mereka, suatu hal yang tidak umum lima tahun yang lalu.
Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi telah berkembang selama lima tahun terakhir akibat serangkaian guncangan eksternal yang mengubah status quo di pasar.
Ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina yang merembet hingga ke NATO dan Amerika Serikat, bersama dengan perang antara Israel dan Hamas yang menyebabkan banyak korban tidak bersalah, menunjukkan potensi perang antara negara dapat meluas ke negara lainnya.
Menurut Kempe, saat ini, terdapat lebih banyak anggota C-suite (eksekutif tingkat tinggi) yang memasukkan analisis geopolitik dalam tim manajemen perusahaan mereka. Hal ini juga mendorong peningkatan keterlibatan dengan konsultan di bidang geopolitik dan peningkatan manajemen risiko dalam posisi-posisi kunci.
Kempe menyimpulkan bahwa empat tahun pertama dalam dekade terakhir ini telah membawa serangkaian guncangan eksternal, mulai dari pandemi Covid-19, penarikan pasukan AS di Afghanistan, keputusan Putin dalam konflik Ukraina, hingga pecahnya perang antara Israel dan Hamas.
Baca Juga: Ramalan ALEXA Sebut Ada Agenda Rahasia di Tanggal 23 November 2023, Benarkah Terjadi Perang Dunia 3?
Dia menyoroti bahwa dunia saat ini menghadapi tingkat ketegangan dan risiko yang lebih tinggi daripada sebelumnya, dengan keterhubungan global yang lebih kuat dan dampak teknologi yang dapat terjadi dengan lebih cepat.
Kempe juga menekankan pentingnya bagi Amerika Serikat untuk memastikan keberlanjutan sistem global, merujuk pada keputusan strategis setelah Perang Dunia I dan II yang menghasilkan pembentukan lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan NATO. Peningkatan hubungan bilateral dengan negara-negara yang dianggap sebagai musuh, seperti Tiongkok, Rusia, Iran, dan Korea Utara, juga meningkatkan tingkat risiko bagi AS.

Share this article
Para CEO perusahaan internasional mulai gelisah karena invasi Israel ke Palestina dan juga perang Ukraina. Mereka khawatir Perang Dunia 3.