AYOJAKARTA.COM -- Mantan Panglima TNI dan mantan Menko Polhukan, Wiranto memberikan respon terkait debat Pilpres ketiga yang dilaksanakan pada, Minggu (7/1/2024) di Istora Senayan, Jakarta.
Wiranto memberikan tanggapan mengenai pertanyaan dari paslon lain kepada Prabowo mengenai keterbukaan data pertahanan.
Wiranto menyebutkan bahwa data-data mengenai pertahanan negara tidak bisa seluruhnya dipaparkan ke publik karena hal tersebut merupakan rahasia negara.
Baca Juga: Tidak Puas Jawaban Prabowo saat Ditanya soal Data Pertahanan, Ganjar: Saya Butuh Hari Ini Pak
"Itu pun sudah disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi. Tidak semua data-data tentang pertahanan dan keamanan negara dapat dibuka kepada publik," kata Wiranto dikutip dari YouTube BeritaSatu, Rabu (10/1/2024).
Wiranto memaparkan bahwa kerahasiaan data-data pertanahan didukung oleh Undang-undang no.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
"Itu merupakan hal yang benar karena didukung oleh undang.-undang. Kalau tidak salah undang-undang no.14 tahun 2008," ucap Wiranto.
Wiranto kemudian menjelaskan bahwa dalam undang-undang tersebut tidak semua data-data mengenai pertahanan dan keamanan negara dapat diketahui publik.
"Jadi betul tidak semua data, kebijakan, strategi, korban keamanan itu bisa disampaikan ke publik seluasnya-luasnya. Gak bisa," ujar Wiranto.
Baca Juga: Minta Buka Data Pertahanan, Presiden Jokowi: Nggak bisa semuanya dibuka kayak toko kelontong
Wiranto menyebut sikap Prabowo Subianto yang tidak mau membeberkan data mengenai pertahanan adalah sikap yang benar.
Ia menyebut bahwa Prabowo paham betul tentang undang-undang no.14 tahun 2008 yang dimaksud oleh Wiranto.
Wiranto menganggap bahwa pertanyaan mengenai data-data pertahanan seharusnya tidak boleh ditanyakan.
"Ya yang menolak itu memang berhak menolak karena ia paham tentang undang-undang itu. Sedang yang bertanya tentunya tidak perlu ditanyakan karena ada pembatasan undang-undang yang memang tidak dibenarkan," jelas Wiranto.
Baca Juga: Jokowi Sebut Data Pertahanan Tak Bisa Dibuka Seperti Toko Kelontong, Ganjar Pranowo: Itu Data Umum
"Untuk membeberkan data-data pertahanan, strategi pertahanan itu tidak boleh ditanyakan sebetulnya," tambahnya.
Sebelumnya, dalam debat Pilpres 2024 yang ketiga pada, Minggu (7/1/2024) di Istora Senayan, Jakarta. Baik Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo kompak menanyakan data pertahan kepada Prabowo Subianto.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo Subianto merasa tidak pantas apabila data-data mengenai pertahan dibeberkan ke publik karena hal tersebut merupakan rahasia negara.
"Jadi saya mengundang kita bicara terbuka. Terbuka. Silakan, tapi saya ingatkan bapak cinta apa tidak dengan negeri ini? Masa mau kita buka masalah kita di depan umum. Apakah itu pantas?" kata Prabowo.***

Share this article
Wiranto menyatakan bahwa data pertahanan tidak bisa seluruhnya diungkap ke publik karena rahasia negara yang dilindungi undang-undang.