AYOJAKARTA.COM – Pernyataan Mahfud MD mengenai keluarga mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang datang sambil nangis-nangis di hadapannya menuai kontroversi.
Kuasa Hukum Brigadir J yakni Martin Simanjuntak menyampaikan bahwa pihaknya memang pernah bertemu dengan Mahfud MD.
Namun, Martin Simanjuntak menyatakan baik pihaknya maupun keluarga Brigadir J tak ada satupun yang menangis di hadapan Mahfud MD.
Martin Simanjuntak lantas menyinggung kejujuran Mahfud MD akibat pernyataan tersebut yang disampaikan di hadapan relawan.
“Saya yakin kalau keilmuan ya Pak Mahfud hebat. Tapi ini sebenarnya lebih dinilai dari kejujuran ya. Kejujuran dan juga niat baik. Apakah ada kejujuran dalam yang disampaikan Pak Mahfud?” kata Martin Simanjuntak dikutip ayojakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat – HORAS INANG, Selasa (6/2/2024).
Martin menyebut jika Mahfud MD adalah orang yang jujur seharusnya langsung meluruskan pernyataan yang disampaikan.
“Tentunya Pak Mahfud, kalau Pak Mahfud jujur pasti akan segera mengklarifikasi apa yang bapak sampaikan di depan relawan,” sebutnya.
Martin mengaku curiga Mahfud MD terlalu dianggap sebagai orang yang berjasa sehingga lupa bahwa ada jejak digital.
Sehingga konsekuensinya jejak digital tersebut akan sampai pada orang-orang yang terlibat dalam perkara tersebut.
“Saya curiga Pak Mahfud karena terlalu hegemoni, dianggap orang yang berjasa di depan relawan lupa ada kamera yang merekam. Sehingga konsekuensinya apabila rekaman tersebut diviralkan itu akan sampai kepada para pelaku sejarah yang menjalankan kejadian-kejadian tersebut,” ungkapnya.
“Salah satunya saya, ada pertemuan di pertemuan tersebut. Saya juga sebagai PH-nya almarhum Brigadir J. Lalu ada Inang Irma juga di peristiwa tersebut. Inang Irma juga aktivis juga dan bisa dibilang lawyer juga walaupun tidak berpraktik sebagai lawyer yang mengawal kasus itu dari awal,” sambungnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Mahfud MD sempat menyampaikan bahwa pihak Brigadir J pernah datang kepadanya.
Mahfud MD menyebut Kamaruddin Simanjuntak, Irma Hutabarat hingga keluarga Brigadir J menemuinya sambil menangis.
Hal tersebut disampaikan Mahfud MD ketika berdiskusi dalam acara Tabrak Prof yang dihadiri para relawan.***

Share this article
Imbas pernyataan Keluarga Brigadir J datang nangis-nangis, kejujuran Mahfud Md dipertanyakan Martin Simanjuntak.