AYOJAKARTA.COM – Politisi Partai gelora, Fahri Hamzah mengungkap sejumlah fakta yang menghebohkan publik.
Ia menceritakan bagaimana dulunya capres-cawapres nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berada di sisi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun menurut Fahri Hamzah, sekarang kedua orang yang dulunya berada di pihak Presiden Jokowi malah balik menyerang.
Dikatakan bawa Mahfud MD terpilih menjadi cawapres, namun tidak pernah membuat kalkulasi mengapa elektabilitas Ganjar Pranowo melorot dan Jokowi pecah dari capres yang diusung PDIP.
“Kenapa akhirnya jadi berbeda dengan Pak Jokowi, dia nggak pasang sikap dari awal. Nggak pernah kepikiran (bakal jadi cawapres),” ujar Fahri Hamzah, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Kamis, 8 Februari 2024.
Baca Juga: Kritik Universitas ke Jokowi Dianggap Bentuk Partisan dan Agitasi Politik, Rektor Mulai Dilirik
Menurutnya, sebelumnya Mahfud MD sangat loyal dengan Jokowi dan tidak pernah berbicara jelek selama berada dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Dia itu loyal kepada Pak Jokowi dan tidak pernah bicara ganjil tentang Pak Jokowi, semasa dia menjadi pejabat dia adalah pembela Pak Jokowi habis-habisan,” kata dia.
“Tiba-tiba trek tiba-tiba ngomongnya lain, salahkan polisi salahkan TNI salah sistim semua. Lo you are on the top of this system,” sambungnya.
“Anda kan yang harusnya yang bertanggung jawab terhadap sistem itu kok tiba-tiba sistem yang anda selama ini bangun atau anda ada dalam pengawasannya kok tiba-tiba jadi rusak,” lanjutnya.
Baca Juga: Ahok Sebut Jokowi Tak Bisa Kerja, Jubir TKN Prabowo-Gibran: Cuma Jago Omon-omon dan Bikin Gaduh
Fahri Hamzah mengatakan bahwa jika Mahfud MD berbalik menyerang dengan menjelek-jelekkan pemerintah saat ini merupakan sebuah strategi yang sudah telat.
Sementara di sisi lain, politisi Partai Gelora juga menyinggung soal Ganjar Pranowo yang sebelumnya sudah dibesarkan namanya oleh Presiden Jokowi.
“Bagaimana caranya Ganjar bisa melawan Pak Jokowi, came on dia ini kan ndak ada sebenarnya kan. Dia dibesarkan Pak Jokowi, rambutnya putih kode-kode,” ungkap Fahri Hamzah.
“PDIP belum setuju loh, rambutnya putih terus suruh PSI dukung Ganjar jadi presiden ngamuk PDIP, apa-apaan sih ini partai nggak jelas katanya gitu, tarok ama si Yenny, Projo kasih kode rambut putih dalam sidang Projo,” ibunya.
Baca Juga: Tepis Soal Isu Presiden RI Ikut Kampanye Akbar, Jokowi: Yang Bilang Siapa? Saya Tidak Ikut Kampanye
Menurutnya, setelah Ganjar Pranowo di endorse oleh Presiden Joko Widodo maka elektabilitas dalam survei menjadi naik.
Fahri Hamzah menuturkan bahwa pencalonan Ganjar Pranowo sebagai capres setelah survei tinggi baru kemudian PDIP mempertimbangkan menjadi calon presiden.
Ia menilai jika sebelumnya baik Ganjar Pranowo maupun Mahfud MD tidak pernah mengatakan hal buruk terhadap Presiden Joko Widodo.
Namun karena dipaksa untuk oposan menyebabkan keduanya kemudian menyerang pemerintahan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Dirinya Tidak Akan Kampanye, Ingatkan Lagi ASN, TNI, dan Polri Harus Netral
“Tapi tiba-tiba last minute Ganjar dipaksa oposan kepada Pak Jokowi, came on Ganjar dalam 10 tahun 15 tahun ini kapan anda pernah ngomong negatif tentang Pak Jokowi, kapan nggak pernah,” tuturnya.
“Pak Mahfud juga demikian, dalam 5 tahun hampir 5 tahun ini kapan ngomong negatif tentang Pak Jokowi. Kapan menilai buruk pemerintahan, nggak pernah,” sambungnya.***

Share this article
Fahri Hamzah menceritakan bagaimana dulunya capres-cawapres nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berada di sisi Joko Widodo (Jokowi).