AYOJAKARTA.COM -- Disajikan dengan gaya presentasi disertai pemaparan data, film dokumenter berjudul Dirty Vote hadir di masa tenang pemilu.
Dalam film Dirty Vote, tiga akademisi yang juga merupakan Ahli Hukum Tata Negara memberikan sejumlah data dan fenomena sosial di tengah masyarakat.
Berbagai fenomena sosial yang merupakan realitas politik tersebut, melalui film Dirty Vote ditengarai akan menjadi potensi lahirnya kecurangan pemilu.
Beredarnya film dokumenter yang terjadi di masa tenang pemilu, membuat sejumlah kalangan memberikan tanggapan serta reaksi beragam.
Menurut Masinton Pasaribu yang merupakan Politisi asal PDI Perjuangan, tayangan film Dirty Vote merupakan bentuk ekspresi dari para akademisi.
“Itu inisiasi dari teman-teman akademisi yang menyampaikan fakta, suara-suara moral, itu bentuk ekspresi dari kalangan akademisi,” jelasnya.
Sementara menurut capres Anies Baswedan, film Dirty Vote merupakan titik kulminasi atas banyaknya upaya manipulasi.
Baca Juga: Ramai Film Dirty Vote, Gibran: Saya Belum Nonton, Makasih Ya untuk Masukannya
Keinginan rakyat untuk bisa merasakan perbaikan di segala bidang kehidupan, menurut Anies Baswedan menjadi akar munculnya keinginan melakukan pemilu yang Jurdil.
Karena itu Anies Baswedan berharap agar suara-suara keadilan dan kejujuran yang diinginkan rakyat tidak disepelekan.
“Hati-hati dengan rakyat yang dimanipulasi sementara mereka menginginkan adanya transparansi dan kejujuran,” jelas Anies.
Lebih lanjut Anies mengingatkan bahwa People Power yang terus diabaikan oleh Penguasa, bisa mendatangkan geliat luar biasa di tengah masyarakat.
Baca Juga: Soal Film Dokumenter Dirty Vote, Anies Baswedan: Jangan Lakukan Kecurangan, Hentikan!
Dianggap terlalu menyudutkan pasangan Prabowo-Gibran, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut film Dirty Love merupakan bentuk kampanye hitam.
“Itu Black movie, black campaign, jadi tidak perlu dikomentari, apalagi dikeluarin pas minggu tenang,” jelas Airlangga.
Sehubungan dengan kian meluasnya tayangan Dirty Vote, Rahmat Bagja selaku Ketua Bawaslu RI memberi tanggapan.
Menurut Bagja, publik dipersilahkan untuk memberikan penilaian seobjektif mungkin terhadap tayangan Dirty Vote tanpa mengabaikan aspek hukum.
Baca Juga: Gibran Tanggapi Film Dokumenter Dirty Vote: Kalau Ada Kecurangan Silakan Dilaporkan
Terkait pentingnya aspek hukum, hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman.
“Walaupun bertendensi sebagai fitnah, kita harus hormati hukum,” jelas Habiburokhman yang diminta untuk melakukan langkah hukum terhadap para creator di film Dirty Vote.
Guna menghindari situasi yang semakin keruh, Habiburokhman mengajak seluruh pendukung untuk tetap memegang teguh aspek hukum.
Meski menjadi tayangan film paling banyak dicari dan diakses oleh warganet, namun Dirty Love dicurigai mengalami Shadow Banned atau tersamarkan.
Kondisi tersebut membuat warganet berinisiatif memberikan https://bit.ly/filmdirtyvote bagi siapapun yang belum sempat menyaksikan film Dirty Vote.***

Share this article
Mendadak kena shadow banned di Youtube setelah viral, seorang warganet berikan tautan ini untuk mengakses film Dirty Vote.