AYOJAKARTA.COM -- Tentang kematian Afif Maulana, kini Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menyatakan masih mendalami kasus ini.
Afif Maulana, remaja 13 tahun ditemukan tewas di Jembatan Kuranji, Padang pada 9 Juni 2024 lalu.
Diketahui pihak kepolisian juga masih mencari saksi juga barang bukti yang bisa mengungkap penyebab kematian Afif Maulana tersebut.
Dugaan sementara pihak kepolisian, Afif tewas karena melompat dari Jembatan Kuranji.
Namun, keluarga korban dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang meyakini Afif Maulana bukan meninggal jatuh dari jembatan melainkan karena disiksa oknum polisi.
Kecurigaan itu menguat setelah Polda Sumbar diketahui tidak menyerahkan hasil autopsi kepada keluarga Afif Maulana.
Kondisi Jenazah Afif Maulana
Dalam tayangan YouTube TVOne News pada Jumat (05/07/2024), Ibunda Afif Maulana mengungkap tentang kondisi jenazah putranya.
Ibunda Afif mengungkap bahwa terdapat luka lebam dan jejak sepatu di jenazah putranya.
"Kondisi Afif pas dimandikan ada luka-luka lebab pak, sebelah kiri badannya ada lebam dan jejak-jejak sepatu," ungkap sang ibu.
Ia juga mendapati ada darah dan bekas seperti pukulan rotan di tubuh bagian kiri.
"Dekat telinganya berdarah pak. Tangannya sebelah kiri ada rotan yang dipukul," tambahnya.
Kecurigaanya makin kuat seperti yang diungkap ayah Afif Maulana.
Ayah Afif mengungkap bahwa bila dilogika, jika tewas jatuh dari ketinggian dengan jembatan yang tingginya sekitar 50 meter tersebut pasti tubuhnya remuk.
"Itu kalau jatuh dari atas pasti remuk, pak," ungkap Ayah Afif.
Terkait penyebab pasti kematian Afif Maulana kini masih jadi bahan penyelidikan polisi.***

Share this article
Ibunda Afif Maulana ungkap kondisi jenazah putranya sebelum dimandikan, yakin anaknya jadi korban penganiayaan.