AYOJAKARTA.COM -- Marliana, kakak mendiang Vina Cirebon, mendesak pihak kepolisian untuk membuka chat antara Vina, Eki, dan delapan terpidana lainnya.
Marliana mengungkapkan bahwa Rudiana dan penyidik Polres Cirebon Kota, pernah bercerita mengenai percakapan di antara para narapidana.
Percakapan yang diceritakan Marliana tersebut diduga berisi perencanaan pembunuhan Vina Cirebon.
Menurut Marliana, Rudiana bersama sejumlah rekannya pada tahun 2016, pernah mengungkapkan bahwa mereka telah membuka chat dari ponsel milik para terpidana.
Isi pesan tersebut diduga menunjukkan adanya rencana pembunuhan terhadap Vina dan Eki.
Rudiana meyakini bahwa para terpidana telah sengaja dan berniat melakukan pembunuhan terhadap Vina dan Eki.
Namun isi chat hingga CCTV tidak pernah dibuka di persidangan.
Marliana sangat berharap agar kasus ini dapat diungkapkan dengan jelas. Ia mendesak agar bukti-bukti seperti CCTV dan chat dari ponsel para terpidana ditampilkan di persidangan.
“Diharap apa masalah ini terang benderang, CCTV dan HP-HP itu harusnya dimunculkan,” ujar Marliana seperti dikutip Ayojakarta dari kanal YouTube KompasTV Pontianak pada Rabu, 10 Juli 2024.
Marliana juga mengungkapkan bahwa ia pernah mendengar dari Rudiana dan teman-teman aparatnya mengenai percakapan di antara para terpidana.
“Iya, mereka ceritanya seperti itu saja, ada chatingan antara satu sama lain, seperti sudah direncanakan pembunuhan ini,” lanjutnya.
Menurut Marliana, para terpidana digiring ke suatu tempat dalam sebuah konvoi, sesuai dengan cerita yang ia dengar.
Namun, Marliana mengakui bahwa ia belum pernah melihat langsung isi pesan tersebut di ponsel.
“Maksudnya dari dengar ceritanya mereka, kalau saya terang secara langsung melihat dari HP bahwa benar ada settingan belum pernah, jadi itu versi mereka bercerita kepada saya,” pungkas Marliana.
Dengan desakan Marliana, diharapkan pihak kepolisian dapat segera membuka dan mengungkapkan bukti-bukti tersebut agar kasus ini dapat diselesaikan dengan jelas dan adil.***

Share this article
Marliana mengungkapkan bahwa Rudiana dan penyidik Polres Cirebon Kota, pernah bercerita mengenai percakapan di antara para narapidana.