AYOJAKARTA.COM – Presiden Jokowi kembali melakukan reshuffle kabinet untuk ketiga kalinya usai Prabowo Subianto menjadi presiden terpilih periode 2024-2029.
Diketahui, Presiden Jokowi kembali melantik 3 menteri, 1 wakil menteri (wamen) dan tiga kepala badan pada Senin, 19 Agustus 2024.
Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Nama-nama menteri yang dilantik pada Senin, 19 Agustus 2024, di antaranya ada Menkumham Supratman Andi Agtas menggantikan Yasonna Laoly, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadilia menggantikan Arifin Tasrif dan Menteri Investasi Rosan Roeslani menggantikan Bahlil Lahadalia.
Selain itu, Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri (Wamen) Kominfo, Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Taruna Ikrar sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Hasan Nasbi sebagai Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dilakukan pada masa jabatan Presiden Jokowi yang sisa 2 bulan lagi, lalu apa alasan reshuffle kabinet ini?
Menurut Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Grace Natalie menurut di UUD 1945, reshuffle ini merupakan hak dari Presiden.
“Pertama payung hukumnya dulu ya bahwa berdasarkan pasal 17 ayat 2 di Undang-Undang Dasar 1945 ini merupakan hak prerogatif presiden untuk mengangkat dan juga memberhentikan menteri-menterinya” ucap Grace Natalie, dikutip dari Youtube METRO TV, pada Selasa, 20 Agustus 2024.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan reshuffle ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi untuk pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia yang lebih maju.
“Kedua ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi untuk pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia maju” ujarnya.
Ia menyampaikan karena Negara Indonesia ini masih banyak yang harus diperbaiki, maka Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan jangan ada waktu yang terbuang.
“Waktunya tinggal 2 bulan lagi sudah di menjelang akhir ada proses transisi yang sangat smooth, yang kita lihat di sini karena pekerjaan rumah atau tantangan bangsa kita itu masih banyak pr-prnya masih banyak sekali” ujarnya.
“Oleh karenanya buat bapak Presiden serta bapak presiden terpilih jangan ada waktu yang terbuang percuma harus langsung bisa kerja kerja kerja” sambungnya.
Staf Khusus Presiden tersebut menegaskan karena bangsa Indonesia masih banyak yang perlu diperbaiki, itu yang menjadi alasan diadakannya reshuffle kabinet.
“Oleh karenanya hari ini kita menyaksikan adanya serah terima jabatan adanya pengangkatan dan juga pemberhentian dalam upaya sinkronisasi agar nanti program program berikutnya bisa langsung berjalan, kalau perlu langsung lari” tutupnya.***

Share this article
Presiden Jokowi kembali melakukan reshuffle kabinet untuk ketiga kalinya jelang masa jabatan hanya tersisa 2 bulan lagi