AYOJAKARTA.COM – Supas atau Survei Penduduk antar Sensus merupakan salah satu rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik di tahun 2025.
Menjadi kegiatan rutin Badan Pusat Statistik, Supas dilaksanakan secara nasional atau dalam skala besar.
Karena merupakan agenda nasional Badan Pusat Statistik, pelaksanaan kegiatan Supas akan melibatkan banyak Mitra Statistik 2025.
Baca Juga: Info Gempa Hari Ini: Gempa M 5,2 Guncang Daerah Pangandaran Jawa Barat Terasa hingga Sumedang
Adapun tujuan dari kegiatan Supas atau Survei Penduduk antar Sensus yang diprakarsai Badan Pusat Statistik adalah untuk mengestimasi jumlah penduduk.
Selain membuat perkiraan, Supas BPS juga menjadi indikator demografi yang dilakukan diantara dua pelaksanaan Sensus Penduduk.
Berdasarkan kegiatan-kegiatan sebelumnya, sensus penduduk yang dilakukan BPS dilakukan pada setiap tahun dengan akhiran angka 0 atau per sepuluh tahun.
Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 lalu telah menggelar pelaksanaan sensus penduduk, dan akan kembali dilakukan pada tahun 2030 mendatang.
Mengacu pada ketentuan tersebut, maka BPS khususnya Statistik Sosial melaksanakan Supas pada tahun 2025 mendatang.
Baca Juga: Dilengkapi Fitur Isi Daya Cepat Chipset Hebat, Ini 5 Hp Terlaris di Penghujung Tahun 2024!
Berbeda dengan sensus penduduk yang dilakukan terhadap seluruh populasi, kegiatan Supas lebih menekankan pada aspek sampel atau keterwakilan masyarakat.
Selain akan dilakukan di tahun depan, kegiatan Supas juga tercatat sudah beberapa kali dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik.
Adapun waktu pelaksanaan Supas yang sebelumnya sudah pernah dilakukan BPS diantaranya pada tahun 1976, 1985, 1995, 2005, serta 2015.
Melalui kegiatan Supas, BPS akan dapat memperoleh berbagai informasi serta data statistik yang berkaitan dengan distribusi dan komposisi penduduk dalam suatu wilayah.
Manfaat lain dari pelaksanaan kegiatan Supas adalah untuk menyediakan karakteristik data penduduk serta menjadi koreksi data sebelumnya.
Selain mendata berbagai aspek menyangkut demografi, Supas juga memberikan informasi rinci tentang fertilitas, migrasi serta mortalitas.
Dari hasil survei nasional tersebut, Pemangku Kebijakan atau Pembuat Keputusan akan dapat memperoleh informasi dan menentukan jenis-jenis kebutuhan di wilayahnya.
Untuk memastikan kemurnian data, BPS akan menerapkan sejumlah pelatihan kepada Mitra Statistik 2025 yang akan dilibatkan dalam program Supas sedikitnya selama dua hari.
Melalui pelatihan tersebut, para Mitra statistik yang dilibatkan dalam program Supas BPS akan memperoleh pembekalan terkait dengan metode dan mekanisme pencacahan.
Terkait dengan uji coba pelaksanaan Supas, BPS juga telah memilih sejumlah wilayah di Indonesia sebagai lokasi percontohan.
Disamping sudah diuji coba di Kabupaten Blitar, dan Bangka Selatan, pelaksanaan kegiatan Supas juga dilakukan di kota Makassar. ***

Share this article
Karena merupakan agenda nasional Badan Pusat Statistik, pelaksanaan kegiatan Supas akan melibatkan banyak Mitra Statistik 2025.