AYOJAKARTA.COM - Meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan guru ASN atau non ASN jadi salah satu prioritas yang utama dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan betapa penting program sertifikasi untuk guru ASN atau non ASN.
Sertifikasi guru bukan hanya bagi guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi mencakup guru non ASN.
Program tersebut bertujuan untuk memberikan tunjangan tambahan yang bisa digunakan dalam meningkatkan kesejahteraan guru.
Dengan tunjangan ini, para guru diharapkan dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah.
Sertifikasi guru sudah menjadi salah satu bagian dari program yang di prioritas oleh nasional.
Program sertifikasi dirancang tidak hanya memberikan tunjangan tambahan tapi juga sebagai sarana dalam proses meningkatkan kompetensi guru melalui pendidikan profesi.
Melalui pelatihan, guru diharapkan mempunyai bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era modern.
Baca Juga: Status Terkini Bansos PKH dan BPNT November Desember 2024, Cair Pasca Pilkada?
Kebutuhan Pendidikan di era modern tersebut salah satunya adalah kompetensi di bidang akademik, pedagogik, sosial, moral, entrepreneurship dan leadership.
Selain itu, peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi juga bisa jadi solusi untuk mendukung guru non ASN yang tidak mempunyai akses gaji tetap seperti guru ASN.
Pemerintah memastikan bahwa semua guru yang bekerja di sekolah negeri maupun swasta akan dapat kesempatan yang sama untuk mengikuti sertifikasi jika memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan.
Tunjangan sertifikasi ini telah diatur untuk memberikan tambahan pendapatan tanpa mengubah gaji pokok.
Pemerintah juga sudah mendapat persetujuan dari DPR tentang alokasi anggaran sertifikasi sekitar 606.000 guru.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas pendidikan selain program sertifikasi tersebut.
Salah satu program prioritas yang telah direncanakan adalah renovasi sekolah, terutama di daerah terpencil atau wilayah dengan infrastruktur pendidikan yang belum memadai.
Pemerintah juga telah membuat target untuk renovasi lebih dari 20.000 sekolah sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak dan berkualitas.
Pemerintahan Prabowo melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap bisa mewujudkan visi Pendidikan, yaitu Mutu untuk Semua.
Visi ini mencakup penyediaan akses pendidikan yang cukup merata, peningkatan kualitas guru serta kesejahteraan yang lebih baik bagi pengajar di seluruh Indonesia.
Program sertifikasi ini diharapkan bisa jadi solusi yang strategis untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Selain itu juga diharapkan dapat mendukung kesejahteraan para guru ASN atau non ASN sebagai pemimpin dalam membangun sumber daya manusia yang lebih unggul.***

Share this article
Peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi juga bisa jadi solusi untuk mendukung guru non ASN yang tidak mempunyai akses gaji tetap.