AYOJAKARTA.COM - Geram dengan press release Kapolres Jakarta Selatan yang menyebutkan bahwa perekam video penganiayaan adalah tersangka Shane Lukas (SLRL), netizen melakukan investigasi melalui video penganiayaan yang tersebar.
Netizen sangsi atas keterangan Kapolres tersebut, dan menyebut bahwa sebenarnya perekam video tersebut adalah mantan korban anak David yang juga teman wanita dari Mario Dandy Satrio (MDS) bernama AGH.
Netizen mengingatkan kepolisian agar jangan 'masuk angin' dalam mengusut tuntas kasus penganiayaan anak yang menyeret nama pejabat di institusi Kementerian Keuangan.
Polres Jakarta Selatan sejauh ini telah menetapkan dua tersangka dalam kasus penganiayaan remaja bernama David.
Baca Juga: Imbas Perilaku Tak Beradab Anak Pejabat Pajak, Masyarakat Ogah Bayar Pajak, Apa Sanksinya?
Setelah Mario Dandy Satrio (MDS), anak seorang Kabag Umum DJP Jakarta Selatan dijadikan tersangka, rekannya bernama Shane Lukas (SLRL) menyusul ditetapkan sebagai tersangka kedua oleh Polres Jaksel.
Shane Lukas (SLRL) merupakan teman dari MDS yang ikut berada dalam mobil saat penganiayaan terjadi.
Dalam press Release-nya, Kapolres menyebut tersangka SLRL bertindak sebagai perekam video saat penganiayaan terjadi.
Namun netizen tak sependapat dengan keterangan Kapolres yang menyebut tersangka SLRL-lah yang merekam, hingga muncul tagar 'Polres Jaksel' di media sosial Twitter pada (25/2/2023).
Ketika menelusuri tagar tersebut, tim Ayojakarta.com menemukan unggahan foto salah satu netizen bernama @gunromli yang menganalisa bukan SL lah yang melakukan perekaman.
Belum diketahui siapa yang mengunggah pertama kali. Dalam caption-nya ia menuliskan "Ada yg menganalisis video rekaman, yg menunjukkan bukan Shane (SLRL) yg merekam kejadian itu. Kok Polres Jaksel terkesan melindungi A? Malah terkesan jadi jubir A? Ada apa?,".
Foto tersebut menunjukkan tangkapan layar video penganiayaan dilengkapi dengan penjelasan dan analisa.
Terlihat bahwa saat penganiayaan direkam, ada dua orang dan korban David. Tertulis penjelasannya bahwa tersangka MDS menggunakan sepatu warna full hitam dan satu orang lagi yang diduga tersangka SLRL menggunakan sepatu sol putih.
Selanjutnya tertulis penjelasan dalam foto tersebut "Kedua tersangka ada di dalam rekaman, lalu siapa yang pegang kamera? Apakah Agnes?,".
Akun Twitter @YM_friendster ikut mengomentari dengan memberikan analisa bahwa memang dari awal tersangka SLRL yang memegang kamera hp, kemudian diberikan kepada orang lain.
"Coba perhatikan saat sepatu lis putih (Shane) masuk ke frame kamera, disitu terjadi "goncangan" pada hp. Menurut gw mmg dr awal shane yg pegang hp/kamera, kemudian handover ke org 'lain'," tulisnya.
Hingga saat ini pihak Polres Jaksel masih melakukan pengembangan penyelidikan dalam kasus penganiayaan remaja ini.***

Share this article
Dalam press Release-nya, Kapolres menyebut tersangka SLRL bertindak sebagai perekam video saat penganiayaan terjadi.