AYOJAKARTA.COM -- Ditengah maraknya semangat Partai Politik menuju perhelatan Pemilu tahun 2024, kembali muncul keresahan terhadap kader Partai Demokrat.
Pasalnya, kembali mencuat isu terkait pengambilalihan Partai Demokrat oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan Ham, Denny Indrayana yang dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube METROTV.
Baca Juga: Jleb Banget! Usai Sindir Soal ‘Jogging’, Anies Baswedan Malah Kena Blunder Sendiri Karena Ini
"Kita melihat dengan jelas bahwa ada upaya untuk mengambil alih partai Demokrat, dalam istilah yang digunakan oleh Romahurmuziy dari Partai Persatuan Pembangunan dalam satu podcast," ungkap Denny Indrayana.
"Dia menyebutkan kalau Demokrat dicopet maka, bahasa pencopetan ini yang perlu diperhatikan. Bagaimana mungkin Kepala Staf Presiden, Moeldoko orang istana tangan kanan Presiden dibiarkan melakukan proses pengambil alihan," lanjutnya.
Denny Indrayana menyebut istilah pencopetan partai ini dikhawatirkan mempengaruhi proses pencalonan Presiden pada Pemilu 2024.
"Dalam bahasa Roma pencopetan partai yang syah, dan ini dibiarkan juga oleh Presiden, saya melihat ini sangat penting, apalagi di tengah khawatiran bahwa ada kaitannya dengan proses pencalonan presiden 2024," jelas Denny Indrayana.
Bahkan menurut Denny Indrayana, imbasnya akan sampai kepada bakal capres Anies Baswedan yang kemungkinan posisinya bisa saja diganti.
"Jika partai Demokrat berganti kepengurusannya, maka tidak aneh jika kemudian referensi, deklarasi capresnya berubah, tidak lagi ke bakan capres Anies Baswedan," ujar Denny Indrayana.
"Semua membaca bahwa ada upaya-upaya referensi kepada bakal capres 1 2, dan resistensi kepada capres yang lain, pasal semacam ini yang harus kita kawal supaya tidak terjadi," sambungnya.
Baca Juga: Sering Baca Komentar Haters, Anies Baswedan Lebih Pilih Lakukan Ini Ketimbang Membalas
Denny Indrayana mengatakan pengambilalihan Demokrat ini seperti halnya sempat terjadi kepada Megawati yang kemudian muncul Partai PDIP.
"Saya punya keyakinan Ibu Megawatipun tidak ingin kedaulatan partai diganggu," ungkap Denny Indrayana.
"Karena pengalaman beliau yang sempat diganggu oleh Pak Suryadi walaupun pada akhirnya menghadirkan PDI Perjuangan," sambungnya.
Menurut Denny Indrayana, kedaulatan partai menjadi penting dipertahankan, pengambilalihan kekuasaan tentunya tidak perlu ditoleransi.
"Kedaulatan partai itu sangat penting, dan pengambilalihan partai secara host style ini, apalagi dilakukan oleh tangan-tangan kekuasaan sebaiknya memang tidak ditoleransi," ujar Denny Indrayana.***(Desta Nurwati Siamyah)

Share this article
Pasalnya, kembali mencuat isu terkait pengambilalihan Partai Demokrat oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.