AYOJAKARTA.COM - Dalam acara safari kebangsaan yang dilakukan di Jawa Timur, Anies Baswedan sempat menemui sejumlah nelayan di Banyuwangi.
Selain meminta restu kepada sejumlah tokoh ulama di Jawa Timur, Anies Baswedan juga menyempatkan diri untuk menyambangi Kabupaten Situbondo.
Di Situbondo, Anies Baswedan beserta istri menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pasar Panji yang merupakan pasar tradisional.
Baca Juga: Link Nonton Live Streaming Persija Jakarta vs Borneo FC Samarinda Hari Rabu di Indosiar
Dengan mengenakan busana santai berupa kaos bertuliskan Istriku Punya Suami Keren, ratusan pengunjung menyambut Anies dengan sangat antusias.
Bukan sekedar berbelanja dan minum kopi, Anies juga menyempatkan diri untuk berbincang bersama para pedagang serta pembeli.
Menurut Anies, pasar tradisional merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang harus dijaga kualitas dan terus ditingkatkan.
Selain berkunjung ke pasar tradisional, Anies juga mengunjungi sejumlah pondok pesantren yang berada di Jawa Timur.
Saat mendatangi Pondok Pesantren Nurul Wafa yang berada di Situbondo, Anies Baswedan sempat memberikan pesan kepada santri.
Baca Juga: Calon Maba Wajib Tahu! Ini Perbedaan Jurusan dan Prodi yang Sering Dianggap Sama
Pengasuh Ponpes Nurul Wafa KH Mahfud Sibawayhi berharap dengan kedatangan Anies akan membawa banyak perubahan.
Ditengah banyaknya cercaan, fitnah dan hujatan yang disikapi Anies dengan sikap tenang dan hati luas merupakan contoh baik bagi para santri.
“Dengan kehadiran Beliau di ponpes ini, mudah-mudahan bisa memotivasi para santri kami untuk lebih giat belajar dan bersemangat,” ungkap KH Mahfud Sibawayhi.
Di hadapan santri, Anies mengingatkan pentingnya untuk menjaga sikap tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap masalah.
Baca Juga: Curiga Pasangan Selingkuh? Kenali 8 Tanda Pria Tak Setia di Balik Sikapnya yang Cuek
Selain tidak mudah menyerah, Anies juga memberikan pesan yang perlu dilakukan santri agar mampu menjadi insan dengan kualitas permata.
“Kita punya cita-cita tinggi, saya punya keinginan yang besar, kalau belum bisa mengalahkan ngantuk jangan bicara cita-cita tinggi,” ujar Anies.
Anies juga menambahkan, bahwa orang yang mampu menghadapi rasa kantuk adalah orang-orang berkarakter pemenang.
“Nomor satu itu mengalahkan ngantuk, banyak orang yang mudah mengantuk itu kalah,” imbuh Anies.
Ketatnya proses belajar sebagai santri, menurut Anies merupakan salah satu cara menjadi manusia dengan kualitas permata.
Baca Juga: Mau Ajukan KTA Bank BCA Plafon Hingga Rp 100 juta? Lengkapi Persyaratan dan Dokumennya di Sini
“Kalau sekarang bangun jam 03, terus belajar sampai malam, ini lagi digembleng biar bisa jadi seperti permata,” terang Anies.
Anies meyakini, figur-figur dengan kualitas permata merupakan sosok yang banyak mengalami tekanan dan tempaan serta ujian.
Selain berkunjung ke Ponpes Nurul Wafa, Anies Baswedan juga mendatangi Ponpes Putri Nurul Qadim yang berlokasi di Kalikajar Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Rabu, 9 Agustus 2023 dari kanal YouTube Metro TV. ***

Share this article
Saat mendatangi Pondok Pesantren Nurul Wafa yang berada di Situbondo, Anies Baswedan sempat memberikan pesan kepada santri.