AYOJAKARTA.COM—Viral video di media sosial menampilkan sebuah kota futuristik berkonsep The Line.
The Line merupakan rencana pembangunan kota masa depan Arab Saudi yang sepenuhnya murni menggunakan energi terbaru.
Tahun lalu 2021, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengungkapkan bahwa pembangunan The Line menjadi rencana negara.
Di mana kota yang dibangun secara vertikal tersebut akan menjadi kota linier cerdas yang tidak memiliki jalan atau mobil.
Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini bahkan telah merilis gambar render The Line.
Kota masa depan yang dirancang dengan lebar 200 meter, tinggi 500 meter, dan Panjang 170 kilometer tersebut dimaksudkan untuk menampung berbagai komunitas.
Kota tersebut seluruhnya akan terbungkus dengan fasad kaca membentang sepanjang pantai.
The Line bahkan mampu menampung hingga 9 juta penduduk dengan berbagai fasilitas umum yang hanya berjarak lima menit jalan kaki dari pemukiman.
Baca Juga: Biodata-Profil Kamaruddin Simanjuntak Agama hingga Pendidikan, Sang Pengacara Brigadir J
Dilansir Ayojakarta dari Youtube NEOM dan pantauan Instagram Kamarjeri-official bahwa kota tersebut akan memiliki ventilasi alami yang membuat penduduknya masih dapat merasakan alam.
Bahkan kota tersebut akan memiliki transit kereta kecepatan tinggi dari ujung ke ujung hanya dalam waktu 20 menit.
Melalui fasilitas yang dekat dipastikan penduduk akan dengan mudah saling bertemu dengan cepat dan melakukan berbagai kegiatan.
Pangeran Mohammed bin Salman berkata bahwa dirinya ingin membuat alternatif kehidupan dari pelestarian alam.
“The Line akan mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia dalam kehidupan perkotaan saat ini dan akan menyinari cara-cara alternatif untuk hidup guna menciptakan model untuk pelestarian alam,” kata Pangeran Mohammed bin Salman dikutip @discoverneom.
The Line menjadi bagian dari Proyek Mega City Neom, di mana proyek tersebut memiliki nilai 500 miliar dollar AS atau setara dengan Rp7,5 kuadriliun.
Sebenarnya, proyek pertama yang dirancang NEOM ini merupakan visi Saudi 2030 dengan diketuai oleh Pangeran Mohammed bin Salman.
Kota Futuristik yang di tengah dibangun di provinsi Tabuk, Arab Saudi ini tidak lepas dari kontroversi.
Karena, sekitar 20.000 orang dipaksa harus pindah dari daerah Tabuk hingga suku asli Huwaitat pun harus ikut tergusur.***

Share this article
Mengenal The Line Kota Futuristik, Sepanjang 170KM dan Bernilai Rp 7,5 Kuadriliun Rancangan Untuk Masa Depan