4 Faktor Penyebab Pejabat Rentan Korupsi, dari Monopoli Kekuasaan hingga Faktor Biaya Pemilu yang Mahal

- Jumat, 23 September 2022 | 21:40 WIB
Ilustrasi Korupsi (Pexels)
Ilustrasi Korupsi (Pexels)

AYOJAKARTA.COM -- Kasus tindak pidana  korupsi seakan tidak pernah ada habisnya, bahkan diakui atau tidak semakin banyak terjadi di Indonesia.

Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga: Ricky Sitohang Singgung Nama Putri Candrawathi : Si Biang Keruwetan

Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Hakim Agung Sudrajad Dimyati, padahal menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Hakim Agung Sudrajad terakhir melaporkan harta kekayaannya tertanggal 10 Maret 2022 memiliki harta Rp 10,77 miliar.

Ada pula sosok Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka karena korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020. Ketika akan ditangkap, bahkan Wanita Emas itu histeris dan mengamuk membuat kehebohan publik.


Baca Juga: Siapa Hasnaeni Moein 'Wanita Emas' yang Viral Teriak Histeris Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi? Ini Profilnya

Umumnya, tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabat terbagi atas empat jenis.

  1. Korupsi pengadaan barang dan/atau jasa yang dibiayai APBN atau APBD.
  2. Korupsi penyalahgunaan anggaran.
  3. Korupsi perizinan sumber daya alam yang tidak sesuai aturan.
  4. Korupsi penerimaan suap.

Lantas, mengapa pejabat begitu rentan melakukan korupsi, sementara di sisi lain ia sudah memiliki harta yang sangat banyak?.

Baca Juga: Profil, Biodata dan Riwayat Jabatan Jenderal Pol Idham Azis, Sosok yang Diduga Kakak Asuh Ferdy Sambo

Halaman:

Editor: Kiki Dian Sunarwati

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X