AYOJAKARTA.COM-- Pengakuan Susi, asisten rumah tangga keluarga Ferdy Sambo yang mendengar rintihan Putri Candrawathi di kamar, seolah langsung mematahkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J.
Rintihan Putri Candrawathi itu diakui oleh Susi pada saat BAP atau berita acara pemeriksaannya.
Susi dianggap bisa menjadi salah satu kunci saksi yang dapat membantu penyelesaian kasus pembunuhan Brigadir J.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Anjas Asmara di Thailand, membagikan sebuah pengakuan dari sumber istimewanya melalui chat pribadi.
Saat itu Susi bukan hanya mendengar tetapi ia juga sempat melihat ke dalam kamar mantan majikannya dari sela-sela jendela.
Baca Juga: Lama Tak Terdengar, Begini Keadaan AKP Rita Yuliana Sekarang: Berbanding Terbalik dengan Ferdy Sambo
Diketahui bahwa Putri Candrawathi dan Brigadir J sama-sama memasuki kamar istri Sambo dengan tidak mengendap-ngendap.
Menurut keterangan Susi, hubungan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir J telah berlangsung dari bulan Desember.
Dari informasi yang didapat, karena takut ketahuan oleh Ferdy Sambo, maka Putri Candrawathi merangkai cerita yang dibantu oleh Kuat Maruf (KM).
Diduga KM memiliki rasa cemburu kepada Brigadir Yosua.
Lantaran Brigadir J yang memegang semua keuangan rumah tangga Ferdy Sambo.
Kini setidaknya ada dua motif yang telah diduga.
Pertama adanya perselingkuhan, dan karena adanya laporan diterima oleh Ferdy Sambo sehingga berani mengakhiri hidup Brigadir J.
Baca Juga: Ricky Sitohang Singgung Nama Putri Candrawathi : Si Biang Keruwetan
Diketahui saat itu Ferdy Sambo menelpon anak buahnya untuk memanggil Brigadir J dan membunuh mantan ajudannya tersebut.
Namun, dugaan tindak pembunuhan yang bukan berencana bisa jadi meringankan hukuman Ferdy Sambo.
Hal itu karena perhitungan waktu dan jarak dari rumah dinas ke rumah pribadi tidak sampai satu jam.***

Share this article
Benarkan pengakuana Susi ART Putri Candrawathi mendengar rintihan Putri Candrawathi di Kamar sebelum penembakan, Kuat Maruf Cemburu?