Kemenkes Klaim Layanan Kesehatan Sudah Siap untuk KTT G20

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:56 WIB
Kemenkes mengklaim sudah menyiapkan beberapa aspek yang penting terkait dengan pelayanan kesehatan untuk KTT G20. (Dok. Istimewa)
Kemenkes mengklaim sudah menyiapkan beberapa aspek yang penting terkait dengan pelayanan kesehatan untuk KTT G20. (Dok. Istimewa)

AYOJAKARTA.COM - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan November 2022 membuat pemerintah terus melakukan persiapan yang matang, tak terkecuali dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menteri Kesehatan (Menkes) ditunjuk sebagai leading di sektor kesehatan pada KTT G20 mendatang. Ia mengklaim bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa aspek yang penting terkait dengan pelayanan kesehatan.

"Persiapan terus kita matangkan untuk memastikan pertemuan berjalan dengan lancar dan sehat sejak kedatangan hingga kepulangan seluruh kepala negara dan delegasi,” kata Menkes, dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman resmi Kemenkes, Kamis (06/10/22).

Baca Juga: Lagu Tirani- Lesti Kejora, Kembali Viral Setelah Kasus KDRT, Liriknya Berisi Ungkapan Isi Hatinya

Aspek pertama terkait dengan standarisasi protokol kesehatan. Budi menyatakan pihaknya telah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi yang bisa diakses sebanyak 13 bahasa. PeduliLindungi nantinya wajib digunakan oleh para delegasi mulai dari kedatangannya di bandara hingga akses masuk ke venue KTT.

Jika delegasi belum melakukan verifikasi sertifikat vaksin, pihak Kemenkes telah menyediakan layanan verifikasi secara manual di bandara.

Aspek kedua, Kemenkes akan menyediakan fasilitas pengambilan sampel berupa klinik pada 22 hotel yang akan menjadi tempat peristirahatan para delegasi, mini-ICU dan tim mobile. Layanan kesehatan tersebut nantinya akan dijaga oleh tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas dengan sistem sif.

Baca Juga: Jadi Bukti Kuat Suami Ayu Dewi Selingkuh dengan Denise Chariesta: dari Bunga hingga Video Ini

Sebelum kegiatan pertemuan dimulai, nantinya para tamu VVIP serta para delegasi diwajibkan melakukan tes PCR 1x24 jam. Hal tersebut masih dilakukan mengingat masih dalam situasi pandemi COVID-19.

Halaman:

Editor: Tedi Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X