AYOJAKARTA.COM - Sebagaimana sudah diketahui bersama, setiap 10 November diperingati oleh Bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan.
Berangkat dari peristiwa agresi Militer Belanda jilid dua yang melatar belakangi Hari Pahlawan, pertempuran mempertahankan kemerdekaan menjadi nilai yang sakral.
Dengan semangat resolusi jihad yang dikomandoi KH Hasyim Asy'ari serta rasa cinta pada kedaulatan negara, perang Surabaya yang menewaskan dua jenderal Inggris menjadi embrio lahirnya Hari Pahlawan.
Baca Juga: 25 Link Twibbon Hari Pahlawan 10 November 2022, Pasang Foto Terbaik!
Setiap orang yang sukses mengenali diri sendiri dan berani mengesampingkan keinginan pribadi demi mengangkat martabat dan derajat kemanusiaan, merekalah yang layak disebut pahlawan.
Jelang Hari Pahlawan, pada Senin 7 November 2022 bertempat di komplek Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan kepada lima tokoh.
Keputusan pemberian gelar tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) 96/TK/2022 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Baca Juga: Sejarah Hari Pahlawan, selalu Jatuh Ditanggal 10 November, Tahun Ini Bertema Pahlawanku Teladanku
Kelima tokoh tersebut adalah, DR.dr.H.R. Soeharto yang lahir di Tegalgondo pada 24 Desember 1908 ini pernah dipercaya oleh Moh. Hatta menjadi Bapak Kesehatan Tukang Becak, beliau wafat pada 30 November, dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
Selain memprakarsai lahirnya Ikatan Dokter Indonesia, beliau juga menggagas organisasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia yang kini diadaptasi menjadi BKKBN.
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya atau KGPAA Paku Alam VIII yang lahir di Yogyakarta pada 10 April 1910, bersama Hamengku Buwono IX keduanya bersepakat menawarkan Jogja sebagai ibukota negara saat NICA melakukan agresi di Jakarta.
Baca Juga: Kumpulan Puisi Bertema Hari Pahlawan yang Cocok Untuk Memperingati Momen Bersejarah 10 November
Selama berkantor sementara di Yogyakarta, seluruh kebutuhan pemerintahan Indonesia ditraktir oleh Paku Alam VIII, beliau wafat pada 20 Mei 1998 dimakamkan di Girigondo.
Meski terbilang muda, dr. Raden Rubini Natawisastra yang lahir di Bandung pada 31 Agustus 1906 masih berdarah Kalimantan Barat.
Selain menjadi dokter keliling yang tidak kenal SARA, ia terbilang sangat vokal dalam menentang hegemoni Jepang di bumi Kalimantan, sikapnya yang teguh membuatnya tewas pada 28 Juni 1944 dan dimakamkan di Makam Juang Mandor.
Baca Juga: Sejarah Hari Pahlawan dan Alasan Kenapa 10 November Bukan Hari Libur
Dari provinsi Maluku Utara, nama Haji Salahuddin Bin Talabuddin yang lahir di Patani pada 1887 dinobatkan sebagai pahlawan atas kegigihannya melawan Belanda.
Hidup Islam, hidup Republik Indonesia, Allahu Akbar menjadi kata terakhirnya pada tanggal 6 Juni 1948 sebelum dijatuhi hukuman mati , beliau dimakamkan di Ternate.
K.H Ahmad Sanusi atau yang dikenal dengan sebutan Ajengan Genteng ini lahir di Sukabumi pada 18 September 1888 dan wafat pada 31 Juli 1950.
Baca Juga: Tiba-tiba Presiden Jokowi Tegaskan Bung Karno Pahlawan Nasional, Tak Pernah Berkhianat, Ada Apa?
Selain sering dihukum karena berfatwa melawan Belanda, beliau juga merupakan salah satu tokoh pendiri pasukan Pembela Tanah Air (PETA) yang kini ber-evolusi menjadi TNI.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta dari halaman instagram @kemensosri pada 9 November 2022. ***

Share this article
Lima tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional lengkap dengan jasa-jasanya untuk negara Indonesia.