AYOJAKARTA.COM – Penerimaan dana oleh para peserta kartu prakerja akan mengalami perubahan di tahun 2023 nanti.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto tentang perubahan Progam Kartu Prakerja.
Sebelumnya Kartu Prakerja memiliki skema semi bansos, namun pada 2023 nanti akan berubah menjadi skema normal.
Menurut Menko Airlangga Hartarto, dalam Progam Kartu Prakerja dengan skema normal nanti akan ada peningkatan pelatihan yang diadakan minimal 15 jam.
“Kalau skema normal, kembali kita membuat pelatihan untuk meningkatkan kompetensi. Dan untuk meningkatkan kompetensi, pelatihannya minimal 15 jam,” ujar Airlangga Hartarto seperti dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube TVRI Nasional
Akan ada peningkatan biaya untuk pelatihan para anggota kartu prakerja, yang tadinya biaya pelatihan hanya 1 juta rupiah saja, 2023 nanti akan meningkat menjadi 3,5 juta rupiah.
“Biaya pelatihan yang semula 1 juta itu meningat ke 3,5 juta. Jadi, jumlahnya memang lebih masif karena tidak hanya online tetapi offline-nya juga ada,” kata Menko Airlangga.
Tidak hanya ada perubahan biaya pelatihan saja, tapi dana yang akan didapatkan penerima manfaat Kartu Prakerja pun akan berubah. Semula anggota akan mendapat 4 kali 600 ribu rupiah dalam satu tahun, namun pada 2023 hanya akan mendapat 1 kali 600 ribu rupiah saja.
“Di samping itu, bantuan yang sebelumnya 600 ribu kali empat, ini hanya 600 ribu kali satu. Jadi ini hanya murni untuk biaya transportasi,” kata Menko Airlangga.
Progam Kartu Prakerja akan fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja dengan cara skilling, reskilling, dan upskilling.
Menurut data dari OECD, hampir 1/3 dari seluruh pekerjaan di dunia memiliki kemungkinan untuk berubah karena adanya teknologi.
Oleh karena itu, Progam Kartu Prakerja memberi solusi konkret dengan cara meningkatkan kompetensi dan terus menambah ilmu-ilmu baru.
Dalam progamnya, sebanyak 16,42 juta orang penerima manfaat dapat mengakses berbagai macam pelatihan berkualitas yang telah dikurasi oleh pemerintah menjadi sekitar 170 lembaga pelatihan.
Menko Airlangga mengatakan bahwa jenis pelatihan yang akan diberikan oleh progam ini akan berbeda tergantung kepada kebutuhan lapangan kerja.
“Dan tentu jenis pelatihannya juga berbeda karena jenis pelatihannya mengantisipasi terhadap kebutuhan lapangan kerja,” ujar Menko Airlangga.
“Jadi kartu prakerja itu memang sepenuhnya di desain untuk mereka menjadi jembatan supaya masuk lapangan kerjanya itu lebih mudah,” tambahnya.
Menurut Survey Evaluasi Akumulasi Manajemen Pelaksana Progam Kartu Prakerja 2020-2022 per Oktober 2022, menunjukkan bahwa 93% penerima Kartu Prakerja menyatakan pelatihan telah meningkatkan kompetensi melalui reskilling.
Ada pun 94% penerima manfaat merasakan peningkatan kompetensi melalui skilling dan 92% melalui upskilling.***

Share this article
Wajib Dicermati! Dana yang Diterima Peserta Kartu Prakerja 2023 Akan Berubah, Segini Selisihnya. Cek ada berapa!