AYOJAKARTA.COM – Terdakwa Putri Candrawathi masih terus jadi sorotan.
Sosoknya mendadak jadi perhatian publik setelah terlibat dalam kasus suaminya yakni Ferdy Sambo.
Putri Candrawathi ikut ditetapkan sebagai terdakwa Bersama Ferdy Sambo dan tiga orang lainnya atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Namun yang kemudian menjadi perhatian publik adalah keterangan Putri Candrawathi yang mengaku mendapat tindak pelecehan seksual dari mendiang Brigadir J.
Meski banyak pihak yang menyebut jika tindak pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi tersebut sangat tidak mungkin dan juga tidak ada bukti visum.
Baca Juga: Kompak Satu Suara, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Menolak untuk Saling Bersaksi di Persidangan
Namun kubu Putri dan Ferdy Sambo terus mempertahankan argumen adanya pelecehan seksual tersebut sebagai dasar penembakkan terhadap Brigadir J.
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel kemudian menuturkan pendapatnya mengenai hal tersebut.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @dioysius pada (2/1/2023), Reza Indragiri Amriel menuturkan jika pada dasarnya korban pelecehan seksual akan mendapat dukungan apabila benar-benar korban.
“Spirit kita adalah kita berpihak pada korban kejahatan seksual. Jadi kita dukung para korban untuk menjadi penyintas kalau memang korban,” ujar Reza Indragiri Amriel.
Namun Reza Indragiri mengatakan bahwa dalam kasus pelecehan seksual yang diterima Putri Candrawathi ini ada perbedaan.
“Tapi dalam persoalan ini common sense kita kan terganggu. Saya pakai saja teori yang selalu dipakai oleh Komnas perempuan sendiri,” jelas Reza.
Reza Indragiri Amriel lantas mengaitkan teori relasi kuasa dalam kasus pelecehan yang dialami Putri Candrawathi.
“Apa kata Komnas Perempuan? Teori relasi kuasa merupakan teori yang bisa diandalkan untuk menjelaskan mengapa terjadi kejahatan yang satu ini,” ungkap Pakar Psikologi Forensik tersebut.
Jika menggunakan dasar teori relasi kuasa tersebut maka justru menghasilkan gambaran jika profil Brigadir J sangat jauh dari pelaku pelecehan dan kekerasan seksual.
“Kalau kita mau konsekuen memakai teori itu ya silahkan saja kita petakan antara mendiang Brigadir Yosua dengan PC, common sense aja kira-kira yang dominan yang superior yang kuat yang powerful siapa, yang submisif, yang inferior, yang lemah,yang powerless siapa,” ujar Reza Indragiri Amriel.
“Dari situ kita akan dapatkan gambaran bahwa andaikan terjadi kejahatan seksual, maka siapa kira-kira yang akan jadi korban dan siapa kira-kira yang jadi pelakunya,” ungkapnya. ***

Share this article
Keterangan Putri Candrawathi yang mengaku mendapat tindak pelecehan seksual dari mendiang Brigadir J jadi sorotan.