AYOJAKARTA.COM - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali merilis laporan Tracer Study 2023 yang menyoroti data penghasilan lulusan berbagai program studi di fakultas teknik.
Berdasarkan laporan ini, lulusan angkatan 2016 dari program Teknik Informatika mencatatkan penghasilan tertinggi, yaitu Rp15.750.000 per bulan.
Kemudian disusul oleh lulusan Teknik Tenaga Listrik dengan Rp12.875.000.
Teknik Informatika ITB menjadi yang terdepan dalam hal penghasilan.
Hal ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap keahlian di bidang teknologi informasi dan pemrograman.
Lulusan jurusan kuliah ini berhasil mendapatkan posisi di perusahaan teknologi ternama, baik dalam maupun luar negeri.
Profesi yang banyak digeluti di antaranya adalah software engineer, data scientist, dan konsultan teknologi, yang umumnya menawarkan gaji di atas rata-rata.
Di posisi kedua, lulusan Teknik Tenaga Listrik juga mencatat penghasilan signifikan sebesar Rp12.875.000.
Baca Juga: Catat 19 Instansi Sudah Umumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2024, Cek Instansi Mana Saja?
Prospek karier lulusan Teknik Tenaga Listrik dipandang cukup stabil, mengingat kebutuhan energi yang terus meningkat.
Teknik Perminyakan menempati peringkat ketiga dengan penghasilan Rp12.250.000.
Meskipun industri perminyakan sempat mengalami tekanan akibat fluktuasi harga minyak global, prospek pekerjaan di sektor ini masih tetap terbuka.
Banyak lulusan yang bekerja di perusahaan migas besar seperti Pertamina, Chevron, dan Shell, dengan berbagai proyek eksplorasi dan produksi minyak serta gas.
Teknik Elektro, Telekomunikasi, Pertambangan, Metalurgi, dan Kimia mencatatkan penghasilan yang relatif berimbang di kisaran Rp10.000.000 hingga Rp10.500.000 per bulan.
Walaupun berada di bawah penghasilan lulusan Informatika, lulusan dari jurusan-jurusan ini tetap memiliki peluang karir yang kuat di industri masing-masing.
Lulusan Teknik Elektro banyak bekerja di bidang otomasi industri dan teknologi semikonduktor, sementara Teknik Telekomunikasi menjadi kunci dalam pengembangan infrastruktur jaringan dan telekomunikasi 5G.
Di sisi lain, lulusan Teknik Pertambangan, Metalurgi, dan Kimia biasanya terjun ke industri ekstraktif dan manufaktur, yang tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Rata-rata mereka bekerja di perusahaan besar, baik nasional maupun multinasional, dengan potensi kenaikan karier yang cukup pesat. Selain itu, banyak lulusan yang juga memilih jalur wirausaha, terutama di bidang teknologi, sehingga memperluas peluang kerja di luar sektor formal.
Laporan ini juga mempertegas bahwa ITB tetap menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Banyak lulusan ITB yang mendapatkan tawaran bekerja di luar negeri, terutama di sektor teknologi dan energi.
Secara keseluruhan, Tracer Study 2023 menunjukkan bahwa lulusan ITB angkatan 2016 memiliki prospek karier yang sangat menjanjikan, dengan tingkat penghasilan yang kompetitif di berbagai sektor industri.***

Share this article
Berikut ini rekomendasi jurusan kuliah di ITB yang lulusannya bisa bergaji Rp10-15 juta, termasuk jurusanmu?