AYOJAKARTA.COM - Musim pancaroba, masyarakat DKI Jakarta diimbau untuk waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, yang menyebutkan virus dan bakteri akan mudah berkembang dan masuk ke saluran pernapasan manusia ketika perubahan suhu yang tidak menentu seperti yang dialami di DKI Jakarta saat ini.
Bukan hanya itu, kondisi udara yang kering hingga suhu ekstrem menjadi penyebab daya tahan tubuh yang menurun dan menyebabkan berbagai macam penyait sebut saja batuk, pilek, demam, hingga rasa lemas.
“Musim pancaroba menyebabkan virus seperti influenza, adenovirus, hingga bakteri penyebab pneumonia lebih mudah menular,” ungkapnya, Kamis, 13 November 2025.
Salah satu yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah ISPA yakni dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Mencegah ISPA jauh lebih baik daripada mengobati. Mulailah menjaga imunitas tubuh dari sekarang,” serunya.
Berikut beberapa hal yang disarankan agar mencegah ISPA:
- Gunakan Masker
- Racin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
- Hindari asap rokok
- Menjaga pola makanan yang seimbang
- Tidak lupa minum 8 gelas air putih per hari
- Istirahat yang cukup
Berikut beberapa gejala awal ISPA jika mengalami batuk, pilek, atau demam berkepanjangan.
Setidaknya hingga Oktober 2025, total kasus ISPA di DKI Jakarta tercatat sebanyak 1.966.308 kasus sejak Januari, peningkatan jumlah kasus mulai terlihat sejak bulan Juli 2025.
ISPA menjadi salah satu penyakit yang banyak ditangani tertinggi di puskesmas di DKI Jakarta tahun ini.***

Share this article
Musim pancaroba, masyarakat DKI Jakarta diimbau untuk waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).