AYOJAKARTA.COM – Berdamai dengan diri sendiri seringkali diartikan dengan bersikap memaksa kuat atas tekanan emosi dan tekanan di dalam perasaan.
Namun kenyataannya, ketidak berhasilan seseorang dalam mengenali bentuk emosi justru menjadikan rasa yang dialami mengalami hambatan.
Emosi yang enggan untuk dikenali dan dikendalikan serta dibiarkan mengendap di dalam diri, justru pada akhirnya akan merusak kualitas hidup di masa depan.
Menerima dan mengenali segala bentuk emosi untuk kemudian dikendalikan, adalah cara terbaik dalam berdamai dengan diri sendiri.
Emosi atau energy in motion baik dalam bentuk senang, sedih, bahagia, menderita, dan sebagainya pada dasarnya merupakan energi yang ingin bergerak.
Namun seringkali kebanyakan orang justru berusaha sekuat pikiran untuk tidak mengijinkan energi tersebut bergerak dengan cara menahannya.
Energi yang tidak bergerak dan terperangkap di dalam diri seseorang, akhirnya terjebak dan sukar untuk menemukan jalan keluar.
Apabila diibaratkan, emosi yang dirasakan seseorang adalah sebuah kepulan asap yang terus menggumpal dan menjadi bola energi.
Bola energi yang tidak keluar tersebut, tentu saja akan terjebak di bagian tubuh manapun sehingga berakibat buruknya kesehatan seseorang.
Orang yang depresi karena menekan atau sengaja menghambat pergerakan emosi akan mengalami nyeri di bagian tubuh tertentu, meski sebenarnya tidak ada masalah.
Bagian tubuh manusia memiliki sifat biokimia dan biofisik, sehingga adanya gangguan pada bidang energi akan mengakibatkan disfungsi secara fisik.
Dalam bidang keilmuan tertentu, adanya gangguan secara fisik semacam ini disebut juga dengan gejala psikosomatis atau gangguan akibat munculnya emosi.
Baca Juga: Sifat dan Karakteristik Capres-Cawapres Berdasarkan Weton dan Pasaran, Jadi Kunci Kemenangan?
Bagi yang mencintai dan mengenali dirinya sendiri dengan baik, gangguan fisik tersebut merupakan sinyal agar memberikan emosi untuk bergerak atau dilepas.
Melepas emosi atau membiarkan energi bergerak sehingga tubuh kembali netral memerlukan cara seperti berikut.
Pertama, sambil duduk dan membuat tubuh merasa nyaman, tutup mata dan mulailah untuk mencoba merasakan bagian dalam tubuh yang merasakan sakit.
Kedua, setelah bertemu dengan pusat rasa sakit di dalam tubuh, berikan afirmasi yang bersifat positif ke diri sendiri.
Misalnya: Aku menerima rasa ini, terimakasih rasa, darimu aku belajar merasakan, dan sekarang aku melepasmu pergi.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Kamu Jadi Siswa Eligible di SNBP 2024
Ketiga, jika memungkinkan gunakan kekuatan imajinasi dan bayangkan pada bagian yang sakit menjelma uap hitam dan kemudian diganti dengan cahaya tenang.
Kunci dari ketenangan dan kesadaran diri untuk bisa hidup pada momen saat ini adalah, keikhlasan melepas sesuatu yang tidak baik bagi jiwa.

Share this article
Melepas emosi atau membiarkan energi bergerak sehingga tubuh kembali netral memerlukan beberapa cara seperti berikut.