AYOJAKARTA.COM - Presiden FIFA Gianni Infantino pernah mendorong Israel untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2023.
Beberapa pertanyaan publik muncul tentang bagaimana sikap Indonesia jika Israel menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2030.
Akankah akan tetap berlaga di kejuaraan dunia tersebut atau justru menolak tampil meski sudah lolos kualifikasi.
Apalagi baru-baru ini Indonesia tengah kisruh usai status tuan rumah Piala Dunia U-20 dicabut oleh FIFA.
Pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 diduga salah satunya akibat adanya penolakan yang dilakukan oleh kepala daerah di Indonesia.
Indonesia pun berharap agar sanksi yang diberikan oleh FIFA tidak berat seperti halnya pengucilan dari persepak bolaan dunia.
Akhirnya harapan tersebut dikabulkan. Indonesia lolos dari sanksi berat FIFA pasca batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Baca Juga: Hubungan Dikabarkan Renggang Usai Polemik Piala Dunia U-20, Jokowi dan Ganjar Lakukan Ini Bareng
Sanksi ringan tersebut berupa pembekuan dana FIFA untuk Indonesia yang akan dikaji ulang pasca evaluasi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PSSI, Erick Thohir.
“Saya hanya bisa berucap, Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT dan doa dari seluruh rakyat Indonesia bisa terhindar dari berat pengucilan dari sepak bola dunia,” ujar Erick Thohir dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Jumat (7/4/2023).
“Istilahnya, Indonesia hanya mendapat kartu kuning tidak kartu merah,” sambungnya.
Baca Juga: Waduh! Dampak Tolak Kehadiran Israel di Piala Dunia U20, Elektabilitas Ganjar Pranowo Terjun Bebas
Sanksi ringan yang didapatkan memungkinkan Indonesia untuk bisa kembali tampil di kejuaraan dunia.
Seperti kejuaraan di Sea Games ataupun pada Piala Dunia di tahun yang akan datang seperti tahun 2030 yang mana dikabarkan Israel siap menjadi tuan rumah.
Apalagi Perdana Menteri Israel pada kala itu Naftali Bennett di tahun 2021 mengamini ide yang dicetuskan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.
Pada saat itu ia mengaku siap menjadikan Israel menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama dengan negara Jazirah Arab lainnya seperti Palestina.
“Welcome to Israel, President of FIFA, Gianni Infantino!
It was a pleasure meeting you and hearing your idea about Israel hosting the @FIFAWordCup in 2030, together with our Arab neighbors.
That’s a goal we can all work towards!” ujar Naftali Bennett dikutip ayojakarta.com dari akun Prime Minister of Israel @IsraeliPM.
Hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah jika Israel menjadi tuan rumah dalam Piala Dunia di tahun 2030, Indonesia akan melakukan penolakan berlaga di negara tersebut.
Seperti yang baru-baru ini terjadi sehingga menjadikan Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA karena menolak Timnas Israel berlaga dalam Piala Dunia U-20 yang rencananya saat ini akan dilangsungkan di Indonesia.
Apalagi Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel serta termasuk salah satu negara yang menolak keras bertemu dengan Israel karena penjajahannya terhadap Palestina.***

Share this article
Jika Israel menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030, bagaimana dengan sikap Indonesia apabila lolos kualifikasi?