wni positif corona

Jakarta Timur 18 Mar 2020, 20:55 WIB

Doni Monardo Minta Para Lurah Lebih Berperan Mengatasi Wabah COVID-19

"Kita punya RT RW yang selama ini kurang diberdayakan. Kita punya kelurahan, kita punya desa yang mungkin juga dilibatkan," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.

Jakarta Pusat 18 Mar 2020, 20:20 WIB

Ini Keterangan BNI Tentang Karyawannya yang Dikabarkan Wafat karena COVID-19

BNI masih memantau perkembangan pegawai yang tengah dirawat di rumah sakit dengan status berbeda.

Jakarta Timur 18 Mar 2020, 20:04 WIB

Anies: Pencegahan COVID-19 Tidak Bisa Dilakukan Pemerintah Sendiri

Pemprov DKI juga memastikan setiap kebijakan sejalan dengan pemerintah pusat.

Nasional 18 Mar 2020, 19:33 WIB

Gus Nabil Dukung Riset Rempah Skala Internasional untuk Obati COVID-19

Terkait belum cairnya dana penelitian untuk vaksin corona, menurutnya masih dalam proses

Bogor 18 Mar 2020, 18:46 WIB

Riwayat Interaksi Mahasiswa IPB Positif COVID-19 Masih Ditelusuri

Sejak mengetahui bahwa ayahnya positif, IPB langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota dan Kabupaten Bogor.

Internasional 18 Mar 2020, 18:44 WIB

WHO Soroti Tenaga Medis yang Tangani Corona

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti kondisi tenaga medis yang melakukan penanganan terhadap pasien positif Covid-19 di berbagai negara. Pasalnya, penularan virus corona bisa melalui udara. Itu setelah corona dinyatakan bisa bertahan di udara selama 3 jam. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, menekankan pentingnya petugas kesehatan mengambil langkah tambahan untuk melindungi diri sendiri ketika melakukan prosedur medis pada pasien yang terinfeksi. Van Kerkhove menegaskan, staf medis sangat rentan tertular virus corona Covid-19 melalui aerosol (udara) ketika melakukan prosedur seperti intubasi.

Nasional 18 Mar 2020, 17:46 WIB

Garda Indonesia: Lockdown Rugikan Ojol, Bisa Kisruh Berdampak Fatal

Igun meminta pemerintah memberikan solusi bagi pekerja informal. Misalnya, dengan menyalurkan bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jakarta Pusat 18 Mar 2020, 17:35 WIB

Rapid Test untuk Corona, Bisa Tes Massal

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan akan mengkaji cara tes corona yang memungkinkan untuk dilakukan secara masal. Metode rapid test akan digunakan dengan menjalin lini dengan seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Rapid test sendiri menggunakan spesimen darah yang akan diperiksa kepada seseorang yang ditengarai terjangkit corona. Hal ini berbeda dengan tes yang sudah dilakukan sebelumnya yakni mengambil sampel apusan tenggorokan. Keuntungannya, lanjut Yurianto, dalam proses pemeriksaan tidak membutuhkan saran laboratorium pada bio security level dua. Artinya, pemeriksaan bisa digunakan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua rumah sakit di seluruh Indonesia.

Jakarta Pusat 18 Mar 2020, 17:20 WIB

Balai Kota Disemprot Cairan Disinfektan

Penyemprotan dilakukan berdasarkan permintaan masing-masing bidang ke Biro Umum.

Jakarta Pusat 18 Mar 2020, 16:58 WIB

Covid-19 di Indonesia: 19 Orang Meninggal dan 11 Sembuh

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengumumkan ada 19 kasus meninggal dunia karena positif Covid-19 di Indonesia. Laporan tersebut diakumulasi sejak 12-18 Maret 2020. Sementara, ada 11 pasien yang sembuh dan sudah boleh dipulangkan. "Kami laporkan kasus yang meninggal terdapat permasalahan dalam pendataan. Karena setelah kami melakukan ricek tadi pagi, dan kami kemudian berkoordinasi dengan seluruh rumah skait di seluruh Indonesia yang merawat kasus ini. Ternyata beberapa rumah sakit belum melaporkan kasus kematian sejak tangal 12 Maret sampai 17 Maret. Data sekarang kita perbaiki, maka akumulatif kasus meninggal sampai 18 Maret pukul 12.00 toal 19 orang," jelas Yurianto.

Jakarta Pusat 18 Mar 2020, 16:38 WIB

Bertambah 55, Positif Covid-19 di Indonesia Menjadi 227

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 227 kasus per-Rabu (18/3/2020). Pada Selasa (17/3/2020) terdapat 117 kasus positif Covid-19 di Indonesia sehingga ada penambahan 55 kasus hingga hari ini. "Perkembangan kasus positif yang kami catat pada periode 17 Maret pukul 12.00 WIB, hingga 18 Maret pukul 12.00 kami menyimpulkan ada 55 kasus (baru), sehingga total keseluruhan ada 227 kasus,"ujar Yurianto melalui siaran persnya melalui akun Youtube BNPB, Rabu (18/3/2020) pukul 15.45 WIB.

Jakarta Utara 18 Mar 2020, 16:37 WIB

Jakarta Utara Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Gugus tugas juga berperan menjaga keseimbangan pasokan bahan pokok alias sembako mulai dari pendistribusian hingga sampai di masyarakat.

Jakarta Pusat 18 Mar 2020, 16:00 WIB

Hoax, Dua Kantor BNI di-Lockdown Terkait Karyawan Wafat Akibat COVID-19

Informasi yang beredar lewat jaringan WhatsApp itu menyebut pengosongan gedung dilakukan menyusul wafatnya karyawati BNI Kramat tadi malam.

Bekasi 18 Mar 2020, 15:15 WIB

ASN Pemkot Bekasi WFH Sampai 31 Maret, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Surat edaran ini juga memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan karena masih menyisakan aparatur yang bekerja di kantor selevel dua orang pejabat struktural dan level di bawahnya.

Bisnis 18 Mar 2020, 15:12 WIB

KitaVSCorona, Bisa Pesan GrabFood dan GrabExpress Tanpa Bersentuhan

Untuk memerangi pandemik COVID-19 dibutuhkan kolaborasi seluruh dunia, sedangkan bagi para lini terdepan Grab Indonesia dibutuhkan keberanian untuk bergabung dalam gerakan KitaVSCorona.

Kepulauan Seribu 18 Mar 2020, 13:56 WIB

Gugus Tugas COVID-19 Kepulauan Seribu Buka Posko di Pulau Pramuka

Tim ini bertugas melakukan upaya percepatan penanganan dan pencegahan COVID-19 di seluruh wilayah Kepulauan Seribu.

Jakarta Pusat 17 Mar 2020, 21:44 WIB

Ini Sumber Dana yang Disiapkan Sri Mulyani Tangani Corona

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan anggaran guna menangani wabah corona. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19/PMK.07/2020, Pemerintah telah menyiapkan dana untuk pencegahan dan/atau penanganan COVID-19 yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID). Untuk DBH, Pemerintah Daerah (Pemda) bisa menggunakan DBH Cukai, DBH Sumber Daya Alam (SDA) selain DBH Kehutanan, dan DBH SDA Migas dalam rangka Otonomi Khusus.

Jakarta Pusat 17 Mar 2020, 21:26 WIB

Pilkada Serentak Tetap Dijalankan Sesuai Jadwal

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Mewabahnya virus corona di Indonesia tidak membuat jadwal pelaksanaan Pilkada serentak berubah. Meski kondisi memaksakan para pekerja melakukan produktifitas kerja di rumah, hal itu diklaim tidak merubah segala aspek terkait pelaksanaan Pilkada 2020. "Jadi jadwal Pilkada serentak yang akan berlangsung pada September itu masih terjadwal, seperti biasa dan persiapan teknis operasionalnya, persiapan politisnya, persiapan keamanan dan hukumnya sekarang berjalan seperti biasa," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2020).

Internasional 17 Mar 2020, 21:03 WIB

Dua Staf Positif Corona, Ini Pesan Dirjen WHO

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan dua stafnya positif terinfeksi virus Covid-19. Mereka dipastikan sudah menjalani perawatan dengan baik. "Sfaf telah meninggalkan kantor (WHO), kemudian di rumah menunjukkan gejala dan dikonfirmasi dengan Covid-19. Karena itu kami memiliki dua kasus yang dikonfirmasi," kata juru bicara WHO Christian Lindmeier pada Selasa (17/3/2020), dilansir laman Reuters.

Depok 17 Mar 2020, 20:51 WIB

Pemohon Paspor di Depok Menurun

DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Masuknya virus corona di Indonesia berdampak pada urusan keimigrasian. Kepala Imigrasi Kelas II Depok, Ruhiyat M Tholib mengatakan, jumlah pemohon paspor di Depok mengalami penurunan drastis sejak wabah tersebut merebak. "Jumlah pemohon paspor setiap harinya ada 125. Setelah merabaknya wabah virus Corona setiap harinya jumlah pemohon paspor cuma 74. Ya, memang mengalami penurunan pemohon paspor hingga 50%," ujar Ruhiyat di Kantor Imigrasi Kelas II A Depok, Selasa (17/3/2020).