AYOJAKARTA.COM -- Di balik kabar duka dua pendaki tewas dalam ekspedisi Puncak Cartensz di Papua, sorotan publik tertuju pada ketegaran Aqia Nurfadla, istri musisi sekaligus pegiat alam Fiersa Besari.
Istri Fiersa Besari tetap tegar menanti kepulangan sang suami di hari ulang tahunnya. Kisah ini mengungkap sisi humanis di balik petualangan ekstrem yang berujung tragedi.
Basarnas mengonfirmasi bahwa tim ekspedisi beranggotakan 13 orang ini terjebak cuaca ekstrem di ketinggian 4.884 mdpl.
Dua pendaki, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti, dilaporkan meninggal akibat hipotermia pada 2 Maret 2025.
Sementara Fiersa Besari dan tiga pendaki asing (Turki dan Rusia) berhasil diselamatkan di Basecamp Lembah Kuning, Mimika.
“Kondisi Fiersa stabil. Proses evakuasi tim prioritaskan karena medan ekstrem dan cuaca tak menentu,” tegas Kepala SAR Timika, I Wayan Suyatna.
Sementara itu, Aqia mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua yang turut mendoakan suaminya terkait kejadian tersebut.
“Teman-teman, terima kasih atas perhatiannya, atas rasa khawatirnya yang sama denganku," tuturnya lewat akun Instagram @aqianl pada Minggu, 2 Maret 2025.
Ia juga berharap suaminya akan baik-baik saja dan dapat segera pulang dalam kondisi yang utuh.
Terkait kondisi terkini Fiersa, Aqia mengaku tak ingin membagikannya secara umum di medsos, dia merasa tidak berhak dan tidak tahu secara jelas keadaan di lokasi kejadian.
"Aku tak bisa membagikan apa-apa karena tidak berhak dan tidak tahu jelas keadaan di sana," tegasnya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Gunung yang Cocok untuk Pendaki Pemula, Tertarik untuk Mendakinya?
Postingan tersebut viral, diikuti ribuan komentar dukungan dari netizen. Aqia memilih tidak membagikan foto atau update lanjutan, mengutamakan privasi keluarga di tengah situasi genting.
Fiersa, dikenal bukan sekadar musisi. Pria 41 tahun ini adalah pendaki berpengalaman yang kerap mengeksplorasi gunung-gunung tertinggi di Indonesia, dari Rinjani hingga Mandala.
Ekspedisi Cartensz adalah tantangan terberatnya, mengingat jalur pendakian yang dijuluki “Everest-nya Indonesia” ini hanya bisa ditempuh dengan izin khusus dan persiapan ekstrem.
Tragedi ini memicu perdebatan di media sosial berupa tagar #DoaUntukFiersa menjadi trending topic, diisi dukungan untuk keluarga dan korban.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Asah Kemampuan Imajinasi Kamu, Coba Temukan 8 benda di Gambar Pendaki Gunung Ini
Per 3 Maret 2025, Fiersa dan tim telah dievakuasi ke Timika untuk pemeriksaan medis menyeluruh.
Menurut sumber Basarnas, meski selamat, mereka mengalami dehidrasi dan kelelahan fisik ekstrem.
Aqia dikabarkan telah terbang ke Papua untuk menjemput sang suami.
“Ini hadiah ulang tahun terbaik: kepulangan yang aman,” tulis seorang kerabat dekat di akun Twitter.
Kisah Fiersa dan Aqia mengingatkan publik tentang betapa berharganya waktu bersama orang tercinta.
Di balik gemerlap petualangan, ada keluarga yang menanti dengan doa dan cemas.
“Selamat ulang tahun, Mas Fiersa. Pulanglah segera, banyak cerita harus diselesaikan,” tulis seorang penggemar, mengutip lirik lagu sang musisi.***

Share this article
Dua pendaki tewas dalam ekspedisi Puncak Cartensz di Papua, sorotan publik tertuju pada ketegaran Aqia Nurfadla, istri Fiersa Besari.