AYOJAKARTA.COM -- Belakangan tengah viral sebuah kebun Bunga Edelweis daerah Rawa Ranca Upas yang hancur imbas dari acara motor trail.
Hancurnya kebun bunga Edelweis yang disebabkan oleh pengendara motor trail tersebut pun memicu kemarahan seorang petani yang membudidayakan tanaman langka tersebut.
Bunga Edelweis di Ranca Upas yang telah dilestarikan oleh petani tersebut menjadi rata dengan kerusakan cukup parah.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas.com pada Kamis, 9 Maret 2023 Argo Wibowo, Manager Site Kampung Cai Ranca Upas menjelaskan bagaimana awal event tersebut diadakan.
Kronologi rusaknya kebun bunga Edelweis di Rawa Ranca
Argo Wibowo, Manager Site Kampung Cai Ranca Upas mengaku sebelumnya telah mengadakan event serupa sebanyak lebih dari satu kali.
Dalam event trail kemarin pihaknya mengaku telah mengantongi izin dengan jumlah awal peserta 700 orang.
Namun setelah hari H ia tidak menyangka bahwa yang hadir sampai 1600 orang.
“Kalau awalnya panitia itu menyampaikan saya dengan bahasa estimasi, cuma waktu hari Jumat kemarin ngobrol dengan saya dengan Pak Asper itu menyampaikan yang sudah masuk ke panitia itu sekitar 700 orang, pada kenyataannya hampir 1600 orang yang ikut serta,“ kata Argo.
Baca Juga: Viral Detik-detik HP Pengunjung Kebun Binatang Ragunan Diambil Monyet, Berakhir Begini
Hingga akhirnya rombongan komunitas motor trail melintasi ladang budidaya bunga Edelweis atau bunga rawa.
Atas kerusakan yang ditimbulkan, petani budi daya bunga langka tersebut pun langsung murka.
Petani tersebut bernama Mang Uprit, ia meluapkan kekesalannya melalui unggahan akun TikToknya @mang_uprit_mangprang79.
Dalam video yang viral, Mang Uprit kesal melihat keadaan ladang yang sudah hancur beantakan sambil memperlihatkan kondisi ladang tersebut.
Mang Uprit menyampaikan bahwa bunga rawa ini cuma ada di dua wilayah di Indonesia yakni di Ranca Upas dan Danau Ciharus, Kamojang Garut.
Mang Uprit pun kecewa kepada orang yang tak peduli dengan lingkungan.
Baca Juga: Heboh Foto Viral Nagita Slavina Pakai Baju Ini, Nama Ayu Ting Ting Kembali Terseret, Kenapa Tuh?
Dan mengatakan bahwa untuk menumbuhkan bunga rawa tersebut membutuhkan waktu lamau.
“liat nih tumbuh lagi nggak? susah! menghijaunkan lokasi ini juga kapan mau hijau lagi, lama butuh waktu! anda purenya hanya ke bisnis, tidak peduli lingkungan lihat!,” tegas Mang Uprit.
Dalam ladang tersebut juga telah terpampang sebuah plang peringatan untuk tidak memetik dan merusak bunga tersebut.
“Dan di sini sebelum kejadian, plang ini sudah berdiri, mestinya disini juga paham,” kata Mant Uprit sambil menunjuk plang.***(Linda Wati)
Linda

Share this article
Bunga Edelweis di Ranca Upas yang telah dilestarikan oleh petani tersebut menjadi rata dengan kerusakan cukup parah.