AYOJAKARTA.COM - Kasus pelecehan seksual oleh tenaga medis kembali mencoreng dunia kedokteran Indonesia.
Video rekaman CCTV memperlihatkan seorang dokter kandungan berinisial MSF di Garut, Jawa Barat, yang melecehkan pasien hamil saat melakukan pemeriksaan USG.
Dalam rekaman berdurasi 55 detik tersebut, terlihat jelas dokter tersebut meletakkan tangannya di area yang tidak seharusnya, yang membuat pasien terlihat risih.
Meskipun kejadian ini terjadi pada tahun 2024, kasus ini baru terungkap saat ini setelah korban melaporkannya.
Satuan Reserse Kriminal (Satres Krim) Polres Garut berhasil menangkap pelaku pada Selasa malam dan melakukan pemeriksaan intensif di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak.
Kasat Res Krim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengungkapkan bahwa dari keterangan sementara, jumlah pasien yang menjadi korban pelecehan seksual oleh dokter tersebut mencapai dua orang, dan jumlah ini masih dalam pendalaman.
"Polres Garut bergerak cepat, sebelum 24 jam kita sudah membenarkan, kita sudah mengamankan diduga pelaku. Saat ini untuk kita di dalam ruangan khusus dilakukan pemeriksaan.
Untuk korban ada berapa korban, untuk saat ini korban yang sudah kita dapatkan dua korban, itu masih dalam pendalaman kami. Kita dalam video viral tersebut juga kita masih cari siapa-siapa yang di korban yang dalam video tersebut," ujar AKP Joko Prihatin saat memberikan keterangan.
Pihak kepolisian saat ini masih terus mencari identitas korban yang terlihat dalam video viral tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sepekan sebelum kasus dokter kandungan di Garut viral, telah terungkap pula kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Priguna Anugerah Pratama, seorang dokter PPDS anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Baca Juga: Tecno Rilis Jajaran Smartphone 2025 dengan Teknologi Tinggi Harga Bersahabat di Bawah 10 Juta
Priguna telah mengakui perbuatannya melecehkan keluarga pasien dan juga pasien di rumah sakit tersebut.
Kasus ini sedang dalam penyidikan polisi dan tersangka terancam hukuman berat dengan jeratan pasal berlapis, baik terkait pelecehan maupun penggunaan obat bius yang diduga disalahgunakan mengingat statusnya sebagai dokter anestesi.
Kedua kasus ini menunjukkan adanya penyalahgunaan privilege sebagai dokter dan mencoreng dunia medis Indonesia.
Diharapkan kasus-kasus ini dapat diusut tuntas dan para korban dapat melaporkan serta bersuara agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Share this article
Saat ini, munculnya 2 kasus pelecehan seksual oleh tenaga medis kembali mencoreng dunia kedokteran Indonesia.