BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Deretan kios di Obyek Wisata Situ Petengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung tampak tertutup rapat. Nyaris tidak terlihat ada kehidupan di tempat yang biasanya ramai setelah Idulfitri tersebut.
Sudah hampir tiga bulan, sejak pandemi Covid-19 obyek wisata yang terkenal akan pulau cinta tersebut ditutup. Sejak itulah, lebih dari 200 pedagang di Situ Petengan kehilangan pendapatan. Hanya satu dua orang saja pedagang yang terlihat berlalu-lalang, itu pun hanya untuk sekadar memeriksa keadaan.
Beberapa ada yang memperbaiki kiosnya dengan harapan aktivitas wisata kembali dibuka dalam waktu dekat.
"Hampir semua pedagang di sini mengandalkan pendapatan dari wisata," ujar Ohan Rohana kepada Ayobandung, Minggu (7/6/2020).
Tidak ada pendapatan lain, demikian pria berusia 60 tahun tersebut berujar. Sehingga setelah aktivitas wisata ditutup, nyaris tidak ada pendapatan sama sekali.
Beberapa orang pedagang, mencoba peruntungan bertani. Itu pun tidak semuanya, hanya orang-orang yang memiliki lahan untuk bercocok tanam. Sebagian, menjual barang dagangan secara berkeliling.
Nasib kurang beruntung bagi Ohan dan sejumlah pedagang lainnya. Semenjak aktivitas wisata ditutup, nyaris tidak ada pemasukan sama semas ekali.
Sementara dapur tetap harus ngebul. Lahan untuk bertani tidak dimiliki, di usianya yang senja juga tidak memungkinkan berkeliling membawa barang dagangan.
"Di awal-awal paling menjual simpanan. Jual emas, jual barang elektronik yang tidak terlalu penting," ucapnya.
Namun, dengan tidak ada pemasukan sama sekali, uang hasil penjualan barang simpanan lama kelamaan ludes. Sementara, kebutuhan pokok tetap harus dibeli.
Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah meminjam kepada teman, kerabat atau tetangga. Itu yang dilakukan Ohan untuk bisa bertahan hidup bersama istrinya.
Tidak terasa, utang yang ditanggung Ohan semakin menumpuk. Bahkan mencapai jutaan rupiah dan mungkin akan terus bertambah jika obyek wisata masih ditutup.
"Sekarang utang lebih dari Rp3 juta. Kalau new normal, mudah-mudahan bisa membayar," ucapnya. (Mildan Abdalloh)

Share this article
"Hampir semua pedagang di sini mengandalkan pendapatan dari wisata," ujar Ohan Rohana.