WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM -- Google mengatakan para penipu mengirimkan 18 Juta surat elektronik (surel/email) palsu kepada pengguna Gmail setiap harinya.
Pandemi ini mengakibatkan menjamurnya e-mail phishing di mana para penipu berpura-pura menjadi lembaga tertentu untuk mendapatkan data pribadi seseorang.
AYO BACA : Ini 24 Titik Check Point PSBB di Kota Bandung
Perusahaan tersebut berhasil memblokir lebih dari 100 juta e-mail phishing perhari selama satu minggu terakhir dengan seperlimanya berhubungan dengan Covid-19.
Pengguna mendapatkan berbagai email yang mengatasnamakan lembaga kesehatan seperti WHO untuk mendownload applikasi atau mendonasikan uang mereka ke lembaga palsu tersebut.
AYO BACA : Tangani Pasien Tak Jujur, 21 Tenaga Media di RST Ciremai Cirebon Diisolasi
Penipu sering mengatasnamakan lembaga-lembaga seperti pemerintah, WHO, dan bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Beberapa perusahaan keamanan siber mengamati soal peningkatan e-mail penipuan bertema Covid-19 ini.
Salah satu perusahaan tersebut ,Barracuda Network, mengatakan terdapat peningkatan sebanyak 667% melalui e-mail phishing saat pandemi terjadi.
Scott Helme, peneliti keamanan independen, mengtakan e-mail phishing biasanya memanfaatkan emosi korban untuk membuat korban kurang berhati-hati dalam melakukan sesuatu.
“Pandemi Covid-19 merupakan topik yang sangat emosional saat ini dan para penipu memanfaatkan hal tersebut. Mereka berharap orang awam lebih mudah dipengaruhi untuk meng-klik tautan atau mengikuti arahan penipu jika menggunakan hal ini,” jelasnya. (M Al Iqbal)
AYO BACA : Jelang PSBB Bandung Raya, Begini Strategi Ridwan Kamil

Share this article
Google mengatakan para penipu mengirimkan 18 Juta surat elektronik (surel/email) palsu kepada pengguna Gmail setiap harinya.