BATANG, AYOJAKARTA.COM -- Sebagian besar usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengalami penurunan omzet atau pendapatan. Namun, berbeda jika bisa menangkap peluang di tengah pandemi wabah Covid-19 agar tetap bisa produktif dan tetap menghasilkan uang meski hanya berada di rumah.
Seperti dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hati Mulia Desa Cokro Blado yang membanting setir usaha pembuatan masker. Pengelola PKBM Hati Mulia Desa Cokro Blado, Dawam Abdul Hadi mengungkapkan, masker saat ini menjadi kebutuhan pokok warga, karena Pemerintah sudah mewajibkan menggunakan masker. Maka dengan pembuatan masker, dengan melibatkan warga mampu mendapatkan penghasilan tambahan.
"Awalnya kami usaha desain kaos dan sablon. Awal tahun lalu mendapat pelatihan menjahit dari Disdikbud Batang, order pertama piyama. Karena ada pandemi Covid-19, permintaan piyama menurun," katanya, Selasa (14/4/2020) di Batang.
Melihat peluang pembuatan masker cukup potensi, akirnya kita mencoba usaha tersebut agar penjahit kami tidak menganggur. "Alhamdulillah pembuatan masker ternyata mendapatkan omzet yang lumayan," jelas Dawam.
AYO BACA : Banjir Order Online, Amazon Berlakukan Daftar Tunggu Pelanggan Baru
Awalnya pihaknya hanya menerima orderan masker kain dari salah satu parpol. Kemudian setelah berkonsultasi dengan Disdikbud Batang selaku pembina PKBM, pihaknya sepakat untuk menggeluti bisnis pembuatan masker. Bahkan permintaan masker tersebut sudah sampai luar provinsi.
"Di awal corona mulai mewabah di Indonesia, pesanan masker bisa mencapai 70-100 kodi per harinya. Di pekan terakhir ini pesanan bisa mencapai 150 kodi setiap harinya," ungkap Dawam.
Permintaannya pun tidak hanya di Jawa Tengah saja. Tapi juga sudah kirim hingga lintas provinsi seperti Kaltara, NTT, NTB, Bali dan lainnya.
"Meski pun masker permintaanya meningkat kami tidak menaikkan harga, ini saya lakukan untuk misi sosial membantu masyarakat terhindar dari virus corona," kata Dawam.
AYO BACA : Apresiasi Pekerja Transportasi Umum, Google Luncurkan Seri Doodle
“Masker buatannya dijual Rp70 ribu per kodinya, atau sekitar Rp3.500 per buah. Hanya saja jika eceran kami jual Rp4.000 per buah,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq mengapresiasi semangat kerja dari warga belajar PKBM Hati Mulya. Menurutnya meski pun bekerja di rumah, namun penghasilannya bisa untuk mencukupi kebutuhan saat pandemi Covid-19 ini.
"Kami apresiasi sekali PKBM Hati Mulya yang bisa menangkap peluang saat pandemi ini. Semoga bisa menjadi berkah untuk para pekerja dan masyarakat yang membutuhkan masker," jelasnya.
Social distancing tidak memengaruhi produksinya, mereka work from home karena hampir pekerjanya sebanyak 34 karyawan bisa membawa jahitan ke rumah. Sehingga bekerja lebih nyaman dan aman.
"Kami senang lantaran pelatihan kewirausahaan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi warga belajar di PKBM binaan kami," pungkas Achmad Taufik. (Muslihun)
AYO BACA : Ahok Bagikan Info Promo Cashback 50 Persen buat Ojol, Ini Cara Dapatnya

Share this article
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hati Mulia Desa Cokro Blado yang membanting setir usaha pembuatan masker.