JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Beragam cara dilakukan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19.
Di banyak tempat, wabah ini memberi dampak besar kepada pengusaha kecil berupa penurunan omzet yang cukup tajam.
Gistha Nirmala (30), pemilik usaha kuliner "Kepiting Cak Nung" di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, mengaku harus lekas beradaptasi dengan situasi pandemi ini untuk sekadar bertahan.
"Paling utama saya melakukan promosi untuk take-away delivery, karena dengan situasi saat ini permintaannya pasti meningkat, apalagi masyarakat diharuskan untuk work from home (WFH) dan social distancing," ujarnya kepada Ayojakarta, Rabu (8/4/2020).
Gistha menyiasati krisis dengan menyisihkan produk tertentu untuk menekan ongkos produksi. Selain itu, dia memberi insentif kepada karyawannya yang mampu menunjukan performa baik dalam keadaan sulit ini.
"Ada beberapa menu yang saya sisihkan, tujuannya untuk menekan biaya produksi, dan hanya produk unggulan yang kami siapkan. Insentif kepada pegawai juga perlu agar tetap semangat di tengah masa sulit," katanya.
Gistha lebih memaksimalkan media sosial untuk mempromosikan produknya kepada para konsumen karena jumlah pengunjung pasti jauh berkurang di tengah krisis kesehatan dan ekonomi ini.
"Pasti jadi sepi setelah wabah corona merebak, jadi harus pintar memaksimalkan promosi. Salah satunya lewat media sosial, lumayan membantu di tengah situasi sulit," ungkapnya.
Gistha berharap tidak lama lagi situasi kembali normal. Ia ingin para pelaku usaha seperti dirinya kembali menikmati omzet normal.
"Berharap agar lekas normal ya kondisinya, kasihan juga teman-teman usaha yang lain. Semoga (pandemi) lekas berlalu," kata Gistha.

Share this article
Gistha menyiasati krisis dengan menyisihkan produk tertentu untuk menekan ongkos produksi.