AYOJAKARTA.COM -- Tanpa merusak komponen mobil, pencuri ini berhasil membawa kabur mobil. Kok bisa? Kejadian komplotan maling mobil berkelas ini terjadi di Afrika Selatan.
Dilansir dari Gulf News, maling mobil di Afrika Selatan dilakukan dengan cara berpura-pura menjadi karyawan pabrikan mobil. Sebelum maling melancarkan aksinya, mereka menghubungi target dengan dalih mobilnya kena recall alias penarikan.
AYO BACA : Jokowi: Tolong Stadion Manahan Dirawat Bersama
Setelah mempercayai kalau mobilnya kena recall, maling tersebut langsung mendatangi rumah korban. Bahkan para pencuri sengaja menyiapkan dokumen menyerupai asli dengan tanda tangan konsumen.
Lalu mobil diangkut menggunakan truk. Konsumen hanya akan mendapatkan kabar soal mobilnya sehari atau dua hari kemudian. Padahal itu adalah cara pencuri untuk mengelabui.
AYO BACA : Perputaran Uang dalam Formula E Diperkirakan Capai Rp600 Miliar
Mobil-mobil yang berhasil dicuri itu, lantas dibawa melintasi perbatasan ke Mozambik. Sampai di sana, mobil-mobil itu akan dibongkar dan beberapa komponen dijual terpisah seperti mesin dan transmisi.
Terkait hal ini, Scuderia Afrika Selatan sudah memberikan peringatan untuk konsumennya pekan lalu melalui Facebook. Pihak Ferrari mengingatkan para pemilik untuk memastikan terlebih dahulu ke dealer sebelum menyerahkan kunci.
Karena itulah satu-satunya cara yang bisa memberikan validasi atas penarikan itu.
"Jika ada penarikan kendaraan Ferrari, atau kampanye layanan apa pun, markas besar Ferrari tidak akan pernah menghubungi Anda secara langsung untuk meminta koleksi mobil anda. Jika Anda mendapat telepon dari seseorang yang Anda yakini salah dan mengklaim sebagai karyawan Ferrari, silakan hubungi dealer yang bersangkutan secara langsung untuk memvalidasi informasi tersebut," tulis akun resmi dealer Ferrari di sosial media.
AYO BACA : Sosok Shin Tae Yong Menurut Irfan Bachdim

Share this article
Tanpa merusak komponen mobil, pencuri ini berhasil membawa kabur mobil. Kok bisa? Kejadian komplotan maling mobil berkelas ini terjadi di Afrika Selatan.