JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Apple berniat meningkatkan produksi iPhone hingga 10 persen pada semester pertama tahun ini. Namun, tampaknya rencana itu akan terhambat karena adanya wabah virus corona yang menyebar ke seluruh China.
Perusahaan Amerika Serikat (AS) itu meminta pemasoknya untuk membuat hingga 80 juta iPhone pada paruh pertama 2020, menurut laporan Nikkei Asian Review (NAR), Selasa (28/1/2020).
"Apple telah memesan pesanan hingga 65 juta iPhone lama dan 15 juta unit model baru yang bakal mengudara pada Maret mendatang," menurut laporan NAR.
NAR melaporkan bahwa virus telah menyebar ke Provinsi Hubei, dekat dengan pusat-pusat manufaktur Apple.
Perusahaan biasanya meluncurkan iPhone pada sekitar bulan September, sehingga virus tidak mungkin memiliki dampak yang berarti pada rencana tersebut. Namun perusahaan juga bersiap untuk memulai produksi massal iPhone murah pada bulan Februari, yang lebih risiko.
Bloomberg menyarankan produksi iPhone 9 / SE 2 diluncurkan pada satu atau dua bulan mendatang.
Sejauh ini, wabah virus corona sudah membunuh 107 orang dan menginfeksi 4.474 orang di berbagai belahan dunia; China, Hong Kong, Thailand, Macau, Australia, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Prancis, Vietnam, Kamboja, Kanada, Jerman, Nepal, Sri Lanka, dan Pantai Gading.
Saham Apple naik sekitar 86 persen pada 2019, mengungguli kenaikan 29 persen dalam indeks S&P 500. Saham turun hampir 3 persen pada 308,95 dolar AS pada penutupan Senin (27/1/2020) karena kecemasan terhadap virus corona.
Sekadar informasi, Apple akan melaporkan pendapatan kuartal pertama setelah pasar tutup hari ini. Sayangnya, pembuat iPhone itu tak segera menanggapi permintaan berkomentar.

Share this article
Produksi iPhone masif yang awalnya digelar mulai minggu ketiga Februari itu agaknya akan tertunda di tengah meletusnya wabah virus corona.